Kemendes Dukung Program Kampus Merdeka

Kemendes Dukung Program Kampus Merdeka

SHNet, Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi,  Abdul Halim Iskandar berharap bisa melakukan kegiatan lapangan yang bertujuan untuk pembangunan desa dan menggerakkan kegiatan ekonomi di desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Menindaklanjuti konsep Kampus Merdeka yang nantinya desa bisa menjadi proyek desa oleh mahasiswa semester 6, 7 dan 8, tolong bupati persiapkan desa supaya pembangunan desa cepat berjalan,” katanya.

Dia terus melakukan fasilitasi dan mediasi dengan berbagai pihak untuk melakukan percepatan pembangunan desa.

Halim mengatakan mahasiswa dapat melakukan proyek magang di desa sehingga berkontribusi bagi pengembangan desa di Indonesia.

Di kesempatan sebelumnya, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan Kampus Merdeka dapat memberikan peluang meningkatnya peneliti dari kalangan mahasiswa.

Dalam konsep Kampus Merdeka, mahasiswa melakukan magang hingga tiga semester. Peluang ini dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk terjun langsung ke lapangan maupun melakukan proyek penelitian yang berguna bagi kebutuhan masyarakat dan pembangunan bangsa.

“Dengan adanya Kampus Merdeka intinya kita memberikan akses yang lebih besar kepada orang yang mungkin tertarik menjadi peneliti dibandingkan sebelumnya. Bagi kami ini positif nantinya memperkuat penelitian dan juga membuat universitas jadi lebih terdiversifikasi, tidak hanya fokus di pengajaran tapi juga makin mendorong penelitian,” ujar Menristek Bambang.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim meluncurkan program Kampus Merdeka, yang merupakan lanjutan dari kebijakan Merdeka Belajar. Terdapat empat poin kebijakan tersebut yakni otonomi bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS) untuk melakukan pembukaan atau pendirian program studi (prodi) baru. (Victor)