Jodipan, Dulu Kumuh, Kini Jadi Kampung Wisata

Jodipan, Dulu Kumuh, Kini Jadi Kampung Wisata

Kampung wisata Jodipan, Malang, Jawa Timur. (Dok.www.travelblog.id)

SHNet, Malang- Kampung yang satu ini, dulunya merupakan pemukiman padat penduduk yang kumuh. Letaknya di bantaran sungai Brantras, Malang, Jawa Timur.

Jodipan, nama daerah pemukiman tersebut. Berada di kota Malang yang merupakan salah satu kota pendidikan di Indonesia.

Kota Malang juga dikenal memiliki banyak potensi wisata, dari wisata kuliner maupun wisata budaya dengan banyak ditemukannya peninggalan-peninggalan kerajaan-kerajaan dari jaman dahulu, seperti Kerajaan Kanjuruhan dan Kerajaan Singhasari.

Kota Malang sendiri diapit oleh beberapa gunung dan pegunungan. Gunung Arjuno di sebelah utara, Gunung Semeru di sebelah timur, Gunung Kawi dan Gunung Panderman di sebelah barat serta Gunung Kelud di sebelah selatan. Sehingga memiliki iklim yang sejuk, dan tidak salah disebut sebagai kota bunga juga, karena banyak bunga-bunga yang menghiasi di setiap sudut Kota Malang.

Kampung Jodipan, kini menjadi salah satu destinasi wisata. Kampung ini juga dikenal dengan sebutan kampung warna-warni. Terletak di Kecamatan Blimbing, Kampung Jodipan ini sangat mudah di akses karena lokasinya yang sangat strategis. Sangat dekat dari Stasiun Kereta Api Kota Malang. Bisa dengan jalan kaki atau naik becak. Tiket masuknya pun sangat murah dan terjangkau, sekitar Rp. 3000 per orang.

Dikutip dari www.travelblog.id, sekitar tahun 2006, desa-desa yang ada di darah ini merupakan desa kumuh di bantaran Sungai Brantas. Dan sekarang berubah 180 derajat , menjadi desa indah dengan warna warni mencolok, bersih dan ramai akan para wisatawan, bahkan ada yang dari mancanegara juga. Hal ini sangat membantu perekonomian masyarakat Kampung Jodipan ini dengan banyaknya pengunjung yang datang.

Menyusuri setiap sudut kampung, wisatawan dapat menemukan spot-spot yang bisa digunakan berfoto atau hanya sekedar berselfie ria, dengan warna-warna yang mencolok dan mural-mural indah disetiap sisi kampung ini. Fasilitas umum juga tersedia di desa ini,seperti kamar mandi dan tempat-tempat duduk untuk hanya sekedar istirahat menikmati suasana desa ini serta membeli jajanan yang dijual oleh para warga kampung.

Ada pula pertunjukan Kuda Lumping dari Sanggar Seni Manunggal Jaya. Tarian-tariannya disuguhkan dengan indah, kostum penarinya berwarna warni dan diiringi oleh musik tradisional Jawa. Ritual-ritual yang dilakukan sebelum atraksi membawa suasana pertunjukan penuh dengan hawa magis, ternyata atraksi ini memang rutin diadakan di Kampung Jodipan walaupun tidak setiap minggu.

Ternyata sebuah keinginan dan kemauan keras untuk berubah menjadi lebih baik, kreativitas, memanfaaatkan dan memaksimalkan potensi diri yang dimiliki bisa merubah hidup lebih baik. Peribahasa asal ada kemauan pasti ada jalan. Sangat berhasil diterapkan di Kampung Jodipan Malang. Sebuah kampung kumuh di bantaran Sungai Brantas berubah menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Kota Malang. (Stevani Elisabeth)