Jadi Rp 150.000, BPNT  Bakal Bisa untuk Beli Daging dan Ikan

Jadi Rp 150.000, BPNT  Bakal Bisa untuk Beli Daging dan Ikan

SHNet, Jakarta – Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin memperluas komoditas Bantuan Pangan Non Tunai pada 2020 ini. Dengan program baru ini, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak hanya bisa membeli beras dan telur, tetapi juga komoditas lainnya seperti daging, ikan, dan kacang-kacangan.

Nilai bantuan nontunai yang disalurkan melalui Bank Himbara juga bertambah Rp 40.000, dari sebelumnya Rp 110.000 menjadi Rp 150.000 perbulan per KPM. Menurut Menteri Sosial Juliari Batubara, program ini sebagai bagian upaya untuk mendukung rencana pemerintah untuk memberantas stunting dan meningkatkan gizi masyarakat.

Menurut Kementerian Kesehatan prosentase stunting di tahun 2019 mencapai 27,6 persen. Jumlah ini memang menurun dibanding angka di tahun 2018 sebesar 30,8 persen. Namun jumlah ini masih di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni di bawah 20 persen. Selain kemiskinan, Indonesia masih menghadapi masalah stunting atau kondisi balita pendek.

“Adanya pilihan daging, ikan dan kacang-kacangan itu yang ditujukan untuk permasalahan stunting yang masih tinggi di Indonesia. Kementerian Sosial ingin berkontribusi dalam pengurangan stunting,” kata Juliari di sela-sela Sosialisasi Program Sembako Tahun 2020 di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Acara sosialisasi itu dihadir perwakilan dari unsur kabupaten, kota, dan dinas sosial dari seluruh Indonesia.

Mensos memastikan, program sembako akan serentak disalurkan bersama Program Keluarga Harapan (PKH) pada Januari. KPM sembako bisa membelanjakan bantuan nontunai ini di e-warong.

Juliari menjelaskan, jumlah KPM masih memakai data lama mencapai 15,6 juta keluarga. Sambil berjalan akan dilakukan evaluasi, agar data terus akurat. Oleh karena itu Mensos mengingatkan agar pemerintah daerah berkontribusi dengan memberikan data yang valid dan akurat kepada pusat (Kemsos).

Mensos optimistis angka kemiskinan bisa terus menurun di tahun 2020. Pada September 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut prersentase penduduk miskin pada sebesar 9,22 persen atau sekitar 24,79 juta jiwa.

Sedangkan pada Maret 2019 jumlah penduduk miskin mencapai 25,14 juta jiwa (9,41 persen). Ia menargetkan angka kemiskinan di tahun 2020 bisa turun menjadi 9 persen.

Terkait keberadaan e-warong, ia pun berharap jumlahnya bisa ditambah. Saat ini satu kecamatan satu e-warong. Hingga akhir 2019 diperkirakan sudah ada 18.000 e-warong di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos Andi ZA Dulung menambahkan, sejumlah indikator menunjukkan bahwa KPM dan e-warong merasakan bahwa proses BPNT saat ini semakin mudah dan nyaman sehingga mereka merasakan manfaat positif dari pelaksanaan BPNT.

“Kami optimistis program sembako 2020 bersama mitra dan instansi/lembaga terkait, dapat meningkatkan kepuasan penerima program sembako lebih tinggi lagi,” katanya. (ina)