Dokumen Kependudukan Sudah Bisa Ditandatangani Secara Digital

Dokumen Kependudukan Sudah Bisa Ditandatangani Secara Digital

SHNet, Jakarta – Sebanyak 496 dinas kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) kabupaten dan kota telah menerapkan Tanda Tangan Elektronik (TTE) dalam penerbitan dokumen kependudukan.

“Tanda Tangan Elektronik atau digital ini merupakan terobosan Kemendagri melalui Ditjen Dukcapil dalam memberikan kemudahan, kecepatan dan efisiensi dalam penerbitan dokumen kependudukan,” ujar Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh, di Jakarta, Selasa.

Ia berharap  18 daerah yang belum memberlakukan tanda tangan elektronik (TTE) dokumen kependudukan untuk segera menerapkan program tersebut.

“Delapan belas  kabupaten dan kota lainnya masih persiapan. Persoalannya seperti kepala dinas yang belum siap, belum ada laptop dan tablet. Kita dorong segera siapkan itu,” kata Zudan Arif Fakrulloh,.

Sejumlah daerah yang belum menerapkan tanda tangan elektronik di antaranya Nias Utara, Nias Barat dan Nias Selatan, Kayong Utara, Mahakam Ulu, Donggala, Malaka, Maluku Barat Daya juga sebagian besar wilayah Papua.

“Kota Blitar yang sudah menerapkan TTE bahkan untuk sembilan dokumen kependudukan, ini merupakan rekor tertinggi,” kata Zudan.

Penerapan tanda tangan elektronik itu menurut dia akan memberikan kemudahan, kecepatan dan efisiensi dalam penerbitan dokumen kependudukan kalau dibandingkan dengan cara konvensional yang memerlukan tanda tangan pejabat dinas.

Dokumen dapat ditandatangani oleh pejabat Dukcapil di manapun dan kapanpun, tidak perlu menunggu kepala dinas atau petugas berwenang lainnya berkantor.

“TTE dapat dilakukan dimana saja, tidak harus di kantor, saat dinas luar pun tidak menjadi hambatan, bahkan saat sedang di sawah pun bisa asal ada tablet dan jaringan internet. Tidak perlu tanda tangan dan cap basah lagi,” kata dia.

Penerapan model tanda tangan elektronik itu lebih aman bagi dokumen warga karena berbentuk kode QR (Quick Response) seperti yang biasa dilihat pada produk-produk.

“Jadi dokumen kependudukannya juga aman, karena begitu ‘di-scan’ akan ketahuan asli atau tidaknya, karena di situ sudah ada data-data pemilik dokumen,” ujarnya. (Victor)