Capaian Program Sejuta Rumah Tembus 1,25 Juta Unit

Capaian Program Sejuta Rumah Tembus 1,25 Juta Unit

Khalawi Abdul Hamid (Ist)

SHNet, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan mengungkapkan capaian pembangunan rumah untuk masyarakat hingga tanggal 31 Desember 2019 sebanyak 1.257.852 unit. Dari angka capaian tersebut, pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sekitar 945.161 unit dan rumah untuk non MBR sekitar 312.691 unit rumah.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid di Jakarta beberapa waktu lalu. Khalawi menjelaskan, capaian Program Sejuta Rumah tahun 2019 tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pemangku kepentingan bidang perumahan di Indonesia seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengembang perumahan, perbankan, sektor swasta dan masyarakat. Ia berharap kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak untuk pelaksanaan Program Sejuta Rumah ini bisa tetap dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi pada tahun 2020.

Program Sejuta Rumah merupakan salah satu terobosan bidang perumahan yang dilaksanakan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) guna menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Program tersebut juga merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan hunian yang layak bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

“Program Sejuta Rumah tahun ini akan tetap dilanjutkan mengingat masih banyak masyarakat yang masih membutuhkan hunian yang layak huni,” katanya. Dari 945.161 unit rumah untuk MBR, yang pembangunannya dibangun oleh Kementerian PUPR sebanyak 344.014 unit rumah, yakni rumah susun 2.161 unit, rumah khusus 1.955 unit, rumah swadaya 235.907 unit, Dana Alokasi Khusus (DAK) perumahan 103.991 unit.

Ada juga sejumlah Kementerian/Lembaga pemerintah yang ikut melakukan pembangunan perumahan untuk masyarakat yang jumlahnya mencapai 52.176 unit rumah. Pemerintah daerah pun ikut menyumbangkan angka yang cukup banyak dalam program perumahan ini yakni mencapai 26.936 unit yang terdiri dari pembangunan rumah susun sebanyak 384 unit, pembangunan rumah baru masyarakat 7.125 unit dan peningkatan kualitas rumah sebanyak 19.427 unit rumah.

“Pengembang perumahan yang tergabung dalam berbagai asosiasi pengembang pun ikut membangun rumah untuk MBR yang jumlahnya cukup besar yakni 514.864 unit. Selain itu pembangunan rumah juga dilaksanakan oleh sektor swasta melalui Corporate Social Responsibilty (CSR) sebanyak 589 unit dan pembangunan rumah yang dilaksanakan oleh masyarakat khususnya MBR sebanyak 6.582 unit,” katanya.

Sementara pembangunan rumah untuk non MBR yang jumlahnya mencapai 312.691 unit rumah. Angka tersebut terdiri dari pembangunan rumah yang dilaksanakan pengembang perumahan sekitar 309.082 unit terdiri dari rumah tapak sebanyak 126.523 unit dan rumah susun sebanyak 182.559 unit. Sedangkan rumah non MBR yang dibangun oleh masyarakat sendiri jumlahnya 3.609 unit rumah.

“Dalam Program Sejuta Rumah ini jumlah pembangunan rumah MBR mencapai 75 persen dari jumlah pembangunan sedangkan sisanya 25 persen adalah rumah non MBR,” ujarnya. (ij)