Cantiknya Lurik dari Desa Tingsing

Cantiknya Lurik dari Desa Tingsing

Namanya Desa Tingsing yang terletak di Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang terkenal akan lurik. Berkat sentuhan tangan-tangan kreatif, makin banyak kaum milenial yang menggandrungi eksotiknya kain lurik.

Memasuki desa tersebut, akan terdengar suara kletak-kletek menghampiri telinga dari proses pembuatan kain lurik yang dilakukan di rumah-rumah penduduk. Dimana mereka masih menggunakan alat tradisional yaitu alat tenun bukan mesin (ATBM).

Ya, Desa Tlingsing memang salah satu sentra penghasil kain lurik di Klaten. Menjadi pengrajin lurik menjadi sumber pendapatan mayoritas penduduknya. Sebenarnya di Kabupaten Klaten ini banyak terdapat desa penghasil lurik, namun Desa Tlingsing memiliki jumlah pengrajin paling banyak.

Tercatat ada 225 pengrajin lurik di Desa Tlingsing, sehingga pada tahun 2010, Desa Tlingsing ini ditetapkan sebagai desa wisata kerajinan.

Kearifan Lokal

Nama lurik menurut bahasa jawa berasal dari kata lorek yang berarti garis-garis dan lajur. Kain lurik ini termasuk tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin), sebuah proses menghasilkan produk kain dengan menggunakan peralatan sederhana yaitu kayu yang dirangkai dengan teknologi yang sederhana pula.

Pembuatan kain lurik ini hampir sama dengan pembuatan kain tenun. Corak dan motifnya yang membedakan. Kalau kain lurik motifnya lebih berupa garis-garis vertikal ataupun horizontal. Kain Lurik ini pun ternyata sudah ada sejak dulu.

Semua proses produksi dari mulai memintal benang, mewarnai, membuat motif hingga menenunnya dilakukan oleh tenaga manusia. Sebuah kearifan lokal yang harus dilestarikan.

Saat ini para pengrajin lurik di Desa Wisata Tlingsing juga sudah mengembangkan produksi kain lurik yang ramah lingkungan yaitu menggunakan pewarna alami dengan memanfaatkan potensi lokal.

Meskipun saat ini kain lurik kurang diminati, karena dianggap ketinggalan jaman. namun berkat sentuhan kreatif sejumlah desainer, kain lurik bisa tampil cantik dan menarik dengan desain yang kekinian dan modern. Alhasil kaum milenial yang melirik kain tradisional ini.

Di galeri di Desa Wisata Tlingsing ini, kita juga bisa menemukan beragam baju dengan tampilan modern berbahan lurik.

Di sini, kain lurik tak hanya disulap menjadi baju saja, tetapi juga disulap menjadi berbagai macam aksesoris seperti tas, topi dan dompet. (maya)