Belajar Membuat Wayang Kulit di Desa Kepuhsari

Belajar Membuat Wayang Kulit di Desa Kepuhsari

Wayang kulit dari Desa Kepuhsari. (Dok. Dhanang Sukmana)

SHNet, Jakarta-Selain Batik, wayang kulit merupakan salah satu warisan budaya dunia yang berasal dari negeri kita Indonesia. Bahkan wayang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO. Salah satu kerajinan wayang kulit yang cukup terkenal berasal dari Wonogiri, bahkan populer dikalangan para dalang-dalang nasional, seperti Ki Mantep Sudarsono dan Warseni Slank.

Tepatnya di desa wisata Wayang Kepuhsari, Wonogiri. Secara normal perjalanan dari kota Solo menuju Desa Kepuhsari memerlukan waktu kurang lebih dua jam perjalanan. Desa wisata ini dikelola langsung oleh pokdarwis yang berdiri atas kecintaan sekelompok pemuda Indonesia yang menganggap wayang kulit merupakan salah satu warisan budaya di Indonesia yang harus dilestarikan, karena wayang kulit tersebut mempunyai nilai sejarah tersendiri di bidang seni dan budaya.

Dikutip dari www.pesona.travel.com di desa wisata Kepuhsari, kita bisa melihat secara langsung bagaimana wayang kulit sudah mendarah daging oleh para pengrajin. Desa Kepuhsari dikenal dengan produsen wayang kulit yang sangat halus dan sangat sempurna dibanding pengrajin-pengrajin wayang lainnya.

Wisatawan juga bisa melihat secara langsung proses pembuatan wayang, mulai dari pemotongan kulit, mengukir, menyungging, hingga finishing. Bahkan desa ini tempat workshop khusus di mana para wisatawan Desa Kepuhsari bisa langsung belajar membuat wayang kulit secara langsung dari ahlinya.

Wisatawan juga bisa mengikuti kegiatan paket wisata yang diadakan Desa Kepuhsari yang terdiri dari berbagai paket wisata, mulai dari satu hingga tiga hari. Selama berada di desa Kepuhsari penikmat wisata budaya ini bisa menyaksikan langsung Show Performance serta ikut dalam kegiatan di kehidupan kampung tersebut dan beberapa workshop mulai dari pembuatan wayang dan gamelan.

Beberapa fasilitas yang didapatkan selama mengikuti paket wisata Wayang Village Kepuhsari ini sudah termasuk homestay (menginap di rumah warga), makan dan mengikuti beberapa kegiatan workshop.

Suasana Wayang Village atau Desa Kepuhsari yang terletak di wilayah perbukitan tetap akan membuat para wisatawan betah di sana, terlebih di desa ini kita akan disuguhi dengan hamparan sawah hijau juga dan terdapat air terjun musiman yang terletak tidak jauh dari Desa Kepuhsari. Tidak hanya wisatawan domestik, banyak juga wisatawan mancanegara yang juga ingin belajar lebih dalam tentang pembuatan wayang.

Bagi yang menginginkan cinderamata berupa wayang, pihak pokdarwis dari desa Kepuhsari juga menyediakan showroom khusus yang menjual berbagai macam wayang dari kulit asli yang harganya mulai dari ratusan ribu, hingga jutaan rupiah per tokoh wayang, semakin terkenal tokoh wayang tersebut semakin mahal juga harganya. (Stevani Elisabeth)