Selundupkan Sabu 158 Kg, Polisi Tembak Mati Bandar Narkoba Jaringan Nigeria

Selundupkan Sabu 158 Kg, Polisi Tembak Mati Bandar Narkoba Jaringan Nigeria

Direktorat Tindak Pidana (Ditipid) Narkoba Bareskrim Polri, tembak mati bandar narkoba jaringan Nigeria yang telah menyeludupkan sabu ke Indonesia.

Jumlahnya narkona jenis sabu yang diselundupkan ke Indonesia jumlahnya sangatlah fantastis yaitu tak sebanyak 158 kilogram sabu dari dua tersangka yang satu di antaranya merupakan warga negara asal Nigeria berinisial EF.

Direktur Tindak Pidana (Dirtipid) Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Daniyanto menjelaskan pengungkapan berawal dari informasi dari masyarakat akan adanya sindikat narkoba jaringan Nigeria yang mengedarkan sabu di Jakarta.

“Pengintaian kami lakukan selama 2 bulan hingga kemudian pada 29 November 2019 kemarin, pada pukul 16.45 WIB kami menangkap EF di kawasan Sentul. Dengan jumlah yang sangat banyak ini sudah banyak kita selamatkan anak bangsa, dari bahaya narkoba,” ucap Eko di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Tersangka EF yang ditembak mati ini, terbukti menyimpan sabu sebanyak 15 kilogram yang diletakkan di mobil bermerek Honda Mobilio bernomor polisi B 1069 CMQ.

Setelah dilakukan interogasi, EF ternyata masih menyimpan sabu di kontrakannya di bilangan Sentul, Bpgpr.

“Di kontrakan tersangka EF, kami amankan barang bukti sabu sebanyak 118 kilogram, beberapa jam setelah kami lakukan penangkapan,” katanya.

Tak berhenti di situ, polisi juga menemukan barang bukti sabu yang disimpan tersangka di dalam mobil yang diparkir tersangka tak jauh dari kontrakannya.

Di dalam mobil tersebut, polisi menemukan sebanyak 25 kilogram sabu.

“Sehingga total, kami mengamankan barang bukti sebanyak 158 kilogram sabu. Tersangka mengaku sabu-sabu tersebut akan dijual ke pengedar lain di kawasan Jakarta,” tutur Eko.

EF mengaku diperintah oleh tersangka yang juga merupakan warga Nigeria berinisial TN. Sabu tersebut didapatkan TN dari seorang warga Nigeria lain yang membeli sabu dari negara Myanmar.

“Saat dilakukan pengembangan kasus di daerah Bekasi, EF berupaya melawan petugas dan mencoba melarikan diri sehingga kami lakukan tindakan tegas dan terukur. Tersangka kemudian meninggal dunia,” ujarnya.

Jenderal bintang satu ini kembali menuturkan bahwa EF pernah terlibat dalam kasus peredaran narkoba dan baru bebas pada 2017 lalu. (maya)