Polisi Tangkap Empat Penyelundup Sabu Jaringan Internasional Malaysia -Medan

Polisi Tangkap Empat Penyelundup Sabu Jaringan Internasional Malaysia -Medan

SHNet, Jakarta –  Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menangkap sindikat narkotika internasional  jaringan Malaysia – Medan – Jakarta. Dalam jaringan ini, sebanyak empat orang  telah ditangkap dan berhasil menyita aebanyak 37 kilogram sabu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono menyebut, keempat tersangka adalah RY, AL, ZL, dan BM melakukan traksaksinya di laut.

“Tersangka ditangkap di pelabuhan. Tersangka ini mengambil sabu menggunakan sampan di tengah laut. Padahal ombak besar, mereka bertemu di tengah laut. Ada kode menggunakan sorotan senter,” kata Argo, di Mabes Polri, Senin (9/12/2019).

Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Krisno Halomoan Siregar, menyebut, pihaknya meringkus tersangka RY pada Kamis (5/12/2019). Saat penangkapan, RY tengah menanti kiriman sabu di Pelabuhan Sarang Elang, Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Selanjutnya, polisi mencokok tiga tersangka, yakni AL, ZL, dan BM yang kala itu baru sampai di Pelabuhan Sarang Elang. Saat itu, ketiganya baru kembali dari tengah laut menggunakan sampan.

“Pada saat dilakukan interogasi, tersangka RY mengatakan bahwa barang belum sampai di Pelabuhan Sarang Elang yang diambil dari Malaysia oleh tersangka AL, ZL, dan BM menggunakan sampan motor,” papar Krisno.

Tak hanya menemukan narkotika jenis sabu, polisi juga mendapati adanya ratusan pil jenis Yaba. Obat-obatan yang kerap di konsumsi di kawasan Indo Cina tersebut berjumlah 150 butir.

“Ini obat kandungannya mint, dan 40 persen kandungannya pilk. Ini sering dikonsumsi di Indo Cina,” sambung Krisno.

Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat pasal 114 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

“Para tersangka ini tergolong berani dan melawan maut karena dari Indonesia ke perairan dekat Pulau Ketam Malaysia hanya menggunakan sampan motor,” imbuh Krisno. (maya)