Peserta Famtrip Dubai Kepincut Pesona Dusun Pemotoh

Peserta Famtrip Dubai Kepincut Pesona Dusun Pemotoh

Air terjun di Dusun Pemotoh. (Dok. Humas Kemenparekraf)

 

SHNet, Lombok– Dusun Pemotoh, Desa Aik Berik, Kecamatan Batu Keliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat menyimpan pesona yang membuat peserta familiarization trip (famtrip) asal Dubai kepincut.

Di dusun ini terdapat Air Terjun Benang Sekotel. Air terjun ini berada di ketinggian 552 meter dari permukaan laut (mdpl), tepatnya di kawasan Wisata Taman Nasional Gunung Rinjani. Dalam bahasa masyarakat setempat, Benang Stokel berarti segumpal benang. Nama ini diberikan karena bentuk air terjun tersebut menyerupai benang yang diikat menyatu.

Sekitar 500 meter ke arah hulu, terdapat juga destinasi serupa yakni Air Terjun Benang Kelambu. Air terjun ini keluar lewat celah-celah batu dan membentuk empat tingkatan yang dianggap menyerupai tirai atau kelambu. Untuk menuju air terjun ini, peserta famtrip harus melewati jalan setapak sejauh 1 km, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Mitos yang berkembang di kalangan masyarakat, Air Terjun Benang Kelambu menjadi tempat membersihkan diri Dewi Anjani. Yaitu makhluk gaib yang dipercaya sebagai penunggu Gunung Rinjani. Pada waktu-waktu tertentu, konon Dewi Anjani turun dari gunung kemudian mandi dan membersihkan rambutnya di Benang Kelambu.

“Ini luar biasa! Indah sekali. Kita bisa mandi di kolam kecil di bawah air terjun sambil berenang dan bermain air. Rasa lelah yang timbul setelah menempuh perjalanan jauh, rasanya hilang seketika,” ujar Syed Ikram Shikooh dari Dubai Media.

Selain kagum dengan Air Terjun Benang Sekotel, para peserta famtrip asal Dubai juga kepincut dengan tiga Gili (Trawangan, Meno dan Air).

Ketiga Gili itu merupakan tujuan utama wisatawan yang berkunjung ke Lombok, baik domestik maupun asing. Gili atau pulau kecil, menawarkan keindahan alam yang asri dan suasana pulau pribadi lengkap dengan pesona alam bawah lautnya.

“Seru banget! Ini tempat snorkeling yang wajib dikunjungi. Airnya pun bersih. Kita bisa melihat dengan jelas terumbu karang dan beragam jenis ikan warna-warni. Tak bosan rasanya menikmati keindahan alam bawah laut di sini,” kata salah satu peserta famtrip Angelito De Guzman Villeza, Travtalk sekaligus Videographer asal Dubai.

Famtrip kali ini diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, bekerja sama dengan KJRI Dubai dan VITO. Tujuannya untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan destinasi Indonesia ke pasar Timur Tengah, khususnya Bali dan Lombok.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional III Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sigit Witjaksono mengatakan, peserta famtrip yang turut berkunjung ke Lombok Nusa Tenggara Barat berjumlah delapan orang.

Mereka adalah Mochammad Arif Ramadhan (Vice Consul), Ahmad Banu Mustafa (Technical Staff), Rasheed Arakkakattil (Marketing Bin Moosa Travel), Nour Aridi Indonesia (VITO), Angelito De Guzman Villeza (Travtalk, Videographer), Rania Salama Pinpoint Media (Edgar, Yachts Altitude Magazine), Sapna Aidasani (Social Media Influencer), dan Syed Ikram Shikooh (Dubai Media).

“Sebelum ke Lombok, peserta terlebih dahulu berkunjung ke Pulau Dewata, Bali,” katanya. Menurut Sigit, kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan destinasi Indonesia ke pasar Timur Tengah, khususnya Bali dan Lombok.

“Melalui kegiatan ini, para peserta famtrip bisa membantu mempromosikan destinasi wisata di Indonesia lewat publikasi media di negaranya, baik cetak maupun online, dan juga media elektronik. Ini menjadi salah satu cara yang efektif untuk memperkenalkan dan menjual destinasi Tanah Air kepada wisatawan mancanegara,” ujarnya. (Stevani Elisabeth)