Menikmati Tengkleng Yu Tentrem di Kampung Ngadisono

Menikmati Tengkleng Yu Tentrem di Kampung Ngadisono

Tengkleng Yu Tentrem merupakan salah satu kuliner yang terkenal di Solo. (Dok. Dhanang Sukmana)

SHNet, Jakarta– Berkunjung ke Solo, Jawa Tengah rasanya tak lengkap kalau tidak mencicipi kuliner khas daerah tersebut.

Salah satu kuliner yang patut dicoba adalah Tengkleng. Kuliner yang satu ini berbahan dasar daging kambing. Konon, tengkleng sudah ada sejak abad ke-19 dan merupakan makanan kaum bangsawan

Sementara masyarakat jelata memanfaatkan kepala kambing dan tulang-tulang untuk diolah menjadi tengkleng. Akan tetapi siapa sangka, saat ini tengkleng merupakan salah satu makanan yang diburu bagi pecinta kuliner yang sedang berkunjung ke kota Solo.

Warung Tengklng Yu Tentrem merupakan salah satu tengkleng yang terkenal di Solo. Seperti yang dikutip dari www,pesona.travel.com, Tengkleng Yu Tentrem menjadi laris sejak keluarga Cendana Penguasa Orde baru waktu itu memesannya.

Sejak itulah Tengkleng Yu Tentrem menjadi favorit dan rujukan makan tengkleng orang serta beberapa pejabat yang sedang melakukan lawatan ke Solo.

Kuliner ini memang berbeda dengan rata-rata penjual tengkleng lainnya yang biasanya menjual tengkleng di tempat strategis. Tengkleng Yu Tentrem lebih memilih menjual tengklengnya di rumahnya sendiri yang berada di tengah kampung. Tepatnya di Jalan. Letjen Sutoyo, Ngadisono, Ngemplak, Jebres, Solo.

Rumah sederhana dan cara masak yang sederhana di samping rumah, merupakan keunikan tersendiri yang bisa dilihat para pengunjung yang sedang antri menikmati Tengkleng Yu Tentrem. Proses memasak tengklengnya pun begitu khas

Layaknya seperti di rumah sendiri, para penikmat kuliner tengkleng akan dibawa di sebuah jalan masuk gang yang sempit di kampung Ngadisono, di sinilah rumah Yu Tentrem berada.

Ruang Tamu dan teras rumah tersebut dimanfaatkan sebagai warungnya, jika tidak cukup menampung biasanya di teras bisa di gelar tikar yang biasa dimanfaatkan untuk menikmati tengkleng sambil lesehan.

Warung tengkleng Yu Tentrem memanfaatkan ruang tamu ukuran 6 x 9 meter. Ada satu set meja kursi tamu yang tertata. Di sisi kiri meja tamu ada dua set kursi meja warung. Walau warungnya seadanya, tengkleng ditempat ini memiliki cita rasa yang khas.

Tetelan dagingnya sangat empuk, kuahnya bening, dan tanpa bau prengus. Inilah yang menjadi ciri khas dari tengkleng Yu Tentrem. Begitu disantap, rasa kuahnya gurih, asam, pedas dan asin.

Rasanya tidak eneg, tetapi segar. Rasa nikmat itu berasal dari campuran belasan bumbu rempah seperti lengkuas, serai, kemiri, kunyit, bawang merah, bawang putih, daun salam, ketumbar, dan lengkuas,”Bumbu-bumbu tersebut direbus bersama tulang kambing, termasuk bagian kepala kambing. Biar bumbunya meresap hingga ke tulang

Tengkleng Yu Tentrem dulunya hanya menjajakan tengkleng untuk warga sekitar saja pada 1980-an. Namun siapa sangka Tengkleng Yu Tentrem menjadi laris sejak keluarga Cendana Penguasa Orde baru waktu itu memesannya.

Rumah sederhana dan cara masak yang sederhana di samping rumah, merupakan keunikan tersendiri yang bisa dilihat para pengunjung yang sedang antri menikmati Tengkleng Yu Tentrem. Proses memasak tengklengnya pun begitu khas.

Bagi pecinta kuliner yang ingin menikmati Tengkleng Yu Tentrem, bisa menikmatinya secara langsung di rumahnya atau memesan untuk acara resepsi pernikahan, syukuran dan acara lainnya juga bisa. Warung Yu Tentrem tersebut tidak pernah libur, dan setiap hari buka mulai jam 10 pagi dan dua hingga tiga jam sudah habis saking larisnya. (Stevani Elisabeth)