Ajak Keluarga Liburan Akhir Tahun ke Kampung Flory

Ajak Keluarga Liburan Akhir Tahun ke Kampung Flory

Aneka tanaman hias yang ada di Puri Mataram, Kampung Flory, Sleman, Yogyakarta. (Dok.travelingyuk.com)

SHNet, Jakarta- Sudah ada rencana untuk menutup tahun 2019 bersama dengan keluarga tercinta? Kalau Anda berencana liburan ke Yogyakarta di akhir tahun ini, jangan lupa agendakan untuk singgah ke Kampung Flory bersama keluarga.

Kampung dengan luas wilayah sekitar 4 hektare ini terletak di dekat Perkantoran Bupati Sleman, Beran, Jalan Magelang Sleman. Tepatnya di daerah Jugang, Plaosan, Tridadi, Sleman, Yogyakarta.

Destinasi yang pernah meraih juara III Anugerah Pariwisata Indonesia (API) 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini merupakan agrowisata yang cocok untuk liburan bersama keluarga. Apalagi bila Anda ingin mengajak orang tua Anda pada liburan akhir tahun ini.

Orang tua Anda bisa bernostalgia lagi layaknya tinggal di kampung halamannya sendiri. Kampung Flory memang menyajikan kehidupan sehari-hari di desa.

Kampung Flory, cocok untuk wisatawan yang ingin mengajak orang tuanya. (Dok.datawisata.com)

Begitu pertama kali menginjakan kaki di kampung tersebut, pengunjung akan disambut dengan gemericik air dari kolam ikan dan taman air. Ada beberapa kolam ikan yang ikannya bisa dipancing oleh wisatawan.

Selain itu, ada pula kolam untuk pijat ikan. Di kolam ini, wisatawan dapat merendamkan kaki untuk dipijat oleh ikan yang ada di kolam tersebut. Wahana ini cocok untuk orang tua Anda.

Tak hanya orang tua, anak-anak juga dapat bermain becak mini dan taman mini yang menyajikan berbagai permainan tradisional. Orang tua pun bisa bersantai sembari mengawasi anak-anaknya bermain di bawah pepohonan rindang.

Tak hanya kolam ikan saja, Kampung Flory yang berada di dekat sungai Bedog dapat memanfaatkan keasriannya untuk spot selfie di jembatan yang berada di atas sungai.

Di Kampung Flory juga disediakan arena outbond bagi pengunjung yang ingin menyewa harian. Outbond yang ditawarkan pun bermacam-macam mulai dari menanam tanaman, flying fox, tur ke dalam kampung, hingga menjelajah hutan mini.

Gak usah khawatir kelaparan karena di dalam Kampung Flory terdapat 3 restoran yang menyajikan makanan tradisional dengan sentuhan alam.

Sesuai dengan jargonnya, yakni Bali Ndeso, menu kuliner yang disajikan di objek wisata ini, nyaris didominasi oleh menu makanan rumahan yang ndeso. Harganya pun relatif ramah di kantong, untuk minuman harganya berkisar Rp2.000-Rp4.000, sedangkan untuk makanan harganya berkisar Rp10.000-Rp50.000.

Tak hanya sekadar singgah, pengelola destinasi wisata ini juga menyediakan berbàgai fasilitas homestay bagi wisatawan yang ingin menginap. Wisatawan bisa memilih dua macam homestay, yakni 10 unit homestay berkonsep live-in di rumah warga atau Homestay Ayem-Ayem yang jumlahnya ada sekitar empat unit.

Selain itu, pengelola juga menyiapkan beberapa spot yang bisa dipakai wisatawan untuk menggelar pertemuan, rapat, atau semacamnya. Di kompleks objek wisata itu, ada sebuah limasan berkapasitas 200 orang di sekretariat; satu unit joglo limasan kembar berkapasitas 300 orang; serta dua unit Omah Kampung berkapasitas 80 orang. (Stevani Elisabeth)