Terpana dengan Air Terjun Telun Berasap

Terpana dengan Air Terjun Telun Berasap

SHNet, Kerinci– Cuaca di Kerinci cukup bersahabat sore ini. Kedatangan kami di kawasan air terjun Telun Berasap disambut oleh dua gunung yang menjadi ikon pariwisata Kabupaten Kerinci, Jambi, Gunung Kerinci dan Gunung Tujuh.

Kali ini panorama Gunung Kerinci dan Gunung Tujuh sangat bagus meski sedikit berkabut di puncaknya. Moment yang sayang dilewatkan lewat bidikan kamera.

Tidak hanya Gunung Kerinci dan Gunung Tujuh yang membuat siapapun terpana. Keunikan air terjun Telun Berasap juga membuat orang-orang yang berkunjung ke destinasi ini berdecak kagum.

Air terjun Telun Berasap berada di Desa Telun Berasap, masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Kerinci Seblat.

Air terjun Telun Berasap di Kabupaten Kerinci, Jambi. (SHNet/Stevani Elisabeth)

Masyarakat setempat menyebut air terjun Telun Berasap karena air terjun ini berkabut yang menyerupai asap. Ini merupakan keunikan dari air terjun Telun Berasap yang membuat para wisatawan terpana.

Asap tersebut berasal dari hempasan air yang deras menerjang bebatuan. Debit air yang deras ini jatuh dari ketinggian lebih dari 50 meter.

Sumber airnya berasal dari Danau Tujuh yang ada di Gunung Tujuh. Danau Tujuh sendiri merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara.

Selain itu, keunikan lain dari air terjun Telun Berasap adalah ada goa yang cukup luas di balik air terjun tersebut. Meski demikian belum ada orang yang menyusuri goa tersebut.

Untuk bisa melihat lebih jelas keunikan air terjun Telun Berasap, wisatawan harus menuruni ratusan anak tangga yang sudah tertata dengan rapi. Di kiri dan kanan tangga, ada pagar dari besi yang bisa untuk pegangan bagi wisatawan untuk naik maupun turun.

Di beberapa titik, didirikan pos-pos buat pengunjung beristirahat. Untuk melihat lebih dekat air terjun Telun Berasap, wisatawan dapat menuju sebuah pondok. Di sana wisatawan juga bisa berfoto dengan latar belakang air terjun tersebut.

Usai menikmati keunikan air terjun Telun Berasap, wisatawan bisa menikmati kuliner yang dijajakan di warung-warung kecil di lokasi tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci Ardinal mengatakan, air terjun Telun Berasap merupakan salah satu ikon pariwisata Kabupaten Kerinci selain Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh dan pemandian air panas Sungai Medang.

Di destinasi ini juga sedang dikembangkan kampung warna-warni.

Ke depan, pengelolaan areal destinasi wisata air terjun Telun Berasap terus dikembangkan. “Kami berencana akan membangun jembatan kaca dekat air terjun, sehingga wisatawan bisa foto-foto dengan latar belakang air lebih dekat. Proposalnya sudah kami buat,”ujarnya.

Wisatawan yang berkunjung ke air terjun Telun Berasap dikenakan biaya sebesar Rp 5000 per orang pada hari biasa. Sedangkan untuk akhir pekan dan hari libur, wisatawan dikenakan biaya Rp 10.000.

Selama Festival Kerinci yang berlangsung sejak 3-7 November 2019, wisatawan yang berkunjung ke air terjun Teluh Berasap tidak dikenakan biaya.(Stevani Elisabeth)