Pemerintah Siapkan BSPS Untuk Tangani RTLH di Flores Timur

Pemerintah Siapkan BSPS Untuk Tangani RTLH di Flores Timur

SHNet, JAKARTA – Pemerintah akan mendorong penyaluran bantuan perumahan untuk membantu pemerintah daerah guna menangani masalah rumah tidak layak huni (RTLH) di daerah.  Salah satu daerah yang menjadi target penanganan RTLH adalah Kabupaten Flores Timur di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Salah satu upaya pemerintah khususnya Kementerian PUPR dalam menangani masalah RTLH di Kabupaten Flores Timur adalah melalui penyaluran dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS),” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid saat menerima audiensi  Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (5/11).

Menurut Khalawi, program BSPS merupakan sebuah gerakkan untuk meningkatkan keswadayaan masyarakat dalam membangun rumahnya.  Pemerintah juga memberikan bantuan berupa dana stimulan untuk membangkitkan semangat gotong royong di daerah.

“Pemerintah menyalurkan dana BSPS sebesar Rp 17,5 juta untuk peningkatan kualitas rumah dan Rp 35 juta untuk pembangunan rumah baru. Kalau dihitung-hitung, angka bantuan tersebut tidaklah cukup, tapi dengan bantuan dari masyarakat sekitar dan keluarga yang mampu, maka dana yang sedikit tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun RTLH menjadi rumah yang lebih layak huni,” katanya.

Lebih lanjut, Khalawi juga menjelaskan, pemerintah daerah juga harus memiliki konsep dan desain yang jelas mengenai program dan pelaksanaan pembangunan perumahan di daerahnya. Pasalnya, saat ini Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan juga akan melihat apakah pemerintah daerah benar-benar membutuhkan bantuan perumahan atau tidak.

Khalawi mencontohkan, program BSPS dapat dimanfaatkan oleh Pemda untuk memperbaiki rumah-rumah yang ada di kawasan tempat wisata yang ada di daerah. Rumah yang tidak layak huni bisa ditingkatkan kualitasnya dengan dana BSPS. “Rumah yang tidak layak huni di sekitar objek wisata jika dibantu dengan dana BSPS bisa menjadi homestay wisatawan yang berkunjung. Tentu hal itu juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar tempat wisata. Asalkan Pemda memiliki konsep dan desain yang jelas untuk program perumahan kami siap untuk membantu,” jelasnya.

Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon menyatakan, dari hasil pendataan yang dilakukan saat masih ada sekitar 7.000 RTLH di daerah tersebut. Untuk itu pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah desa untuk sama-sama berkontribusi mengrangi angka RTLH tersebut.

Dirinya menambahkan, Pemkab Flores Timur juga berharap dukungan dari Kementerian PUPR terhadap homestay karena ada Kota Larantuka di Kabupaten Flores  Timur. Hal itu dikarenakan daerah tersebut menjadi tempat wisata religi  yakni Tradisi Semana Santa yang selalu ramai di kunjungi ribuan wisatawan dan umat Katholik dari berbagai daerah. Semana Santa atau Hari Bae adalah ritual perayaan Pekan Suci Paskah yang dilakukan selama tujuh hari berturut-turut oleh umat Katholik di Larantuka, Flores Timur.

“Setiap agenda Semana Santa digelar pengunjung dari luar Flores Timur cukup banyak yang datang. Jumlahnya bisa mencapai sekitar 5.000 an orang. Prosesi Semana Santa dilaksanakan setiap bulan April dan religi itu telah berlangsung sekitar 500 tahun,” katanya.

Tahun lalu, imbuhnya, Pemkab Flores Timur mendapatkan BSPS atau bedah rumah sekitar 300 unit rumah. Bantuan tersebut telah disalurkan dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. “Tahun ini kami mengajukan proposal bantuan BSPS untuk 700 unit rumah. Kami berterimakasih atas bantuan perumahan yang telah disampaikan kepada masyarakat di Flores Timur. Rencananya bulan depan kami akan melakukan serah terima BSPS kepada masyarakat,” katanya. (ij/ris)