KJI dan KBGI Agar Lahirkan Inovasi Model Bangunan

KJI dan KBGI Agar Lahirkan Inovasi Model Bangunan

Kualitas gedung, termasuk gedung sekolah, sangat penting. Mendikbud Nadiem Anwar Makarim meninjau Gedung SDN Gentong I Pasuruan, Jawa Timur. Bangunan gedung sekolah tersebut roboh pada Selasa (5/11) lalu.[SHNet/Ist]

SHNet, Depok – Sebanyak 34 tim, dari 20 perguruan tinggi se-Indonesia mengikuti Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) Ke-XV dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) XI Tahun 2019. Direktur Jenderal (Dirjen) Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Ismunandar mengatakan, penyelenggaraan kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa teknik sipil terkait pembangunan jembatan dan bangunan gedung di Indonesia.

“Perlombaan ini digelar untuk mengetahui sejauh mana kompetensi mahasiswa kampus-kampus yang membuka jurusan teknik sipil, di bidang membangun jembatan dan gedung,” ujarnya setelah acara pembukaan KJI dan KBGI 2019. Pembukaan resmi kegiatan ini pada Jumat (8/11), di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Depok, Jawa Barat.

Penyelenggara kegiatan ini adalah Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa), Kemendikbud. Kegiatan yang akan berlangsung 7-10 November 2019 ini, diikuti para finalis berjumlah 34 tim, dari 20 Perguruan tinggi se-Indonesia.

Peserta lomba KJI terdiri dari 24 tim, yang akan berkompetisi di tiga cabang lomba. Ketiga cabang lomba tersebut, yaitu Jembatan model Cable Stayed, Jembatan Model Pelengkung, dan Jembatan Rangka Baja berskala jalan raya; serta10 tim untuk lomba KBGI.

Hasil Kegiatan untuk Masyarakat
Menurut Ismunandar, sebagai tindak lanjut lomba, nantinya Kemendikbud akan menyampaikan hasil kegiatan ini ke masyarakat umum, sebagai bentuk pengabdian untuk masyarakat. Pasalnya, desain jembatan dan bangunan dari kegiatan ini telah layak pakai dan diterapkan.

“Untuk percepatan pembangunan rumah tinggal, maka melalui kegiatan ini perlu kreativitas mahasiswa untuk menghasilkan seperti tipe-tipe sambungan yang mungkin lebih dari yang ada di buku,” ujarnya.

Ketua Panitia kegiatan, Agung Budi Broto, mengatakan gelaran yang mengusung tema “Jembatan Kokoh, Ringan, Indah, dan Inovatif” untuk KJI, dan “Bangunan Hunian Bertingkat, Futuristik, Tahan Gempa dan Ramah Lingkungan” untuk KBGI ini, banyak menyisakan kejutan. Kejuatan tersebut antara lain adanya tim-tim menonjol tidak lagi berasal dari kampus yang berada di Pulau Jawa, seperti di tahun-tahun sebelumnya.

“Banyak kejutan yang terjadi. Para finalis di tahun ini yang menonjol berasal dari kampus di luar Pulau Jawa, seperti dari Politeknik Negeri Ujung Pandang yang mempunyai potensi yang baik. Serta ada juga perguruan tinggi baru yang kemudian bisa menyodok menjadi finalis,” tutur Agung Budi.

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim mengunjungi rumah korban runtuhnya bangunan ruang kelas di SDN Gentong I Pasuruan. Bangunan tersebut roboh pada Selasa (5/11) lalu.[SHNet/Ist]

Menurut dia, hal ini menunjukkan bahwa dominasi kompetensi di bidang teknik sipil tidak lagi dipegang oleh kampus-kampus di Jawa. Serta hal itu juga menjadi tanda bahwa terjadi pemerataan kualitas Politeknik yang ada di Indonesia.

Pengurangan Penggunaan Plastik
Sementara Direktur Politeknik Negeri Jakarta, Abdillah, menyampaikan apresiasi atas dipercayanya PNJ sebagai tuan rumah kegiatan ini. Ia menuturkan PNJ sebelumnya telah dua kali menjadi tuan rumah sekaligus merupakan penggagas perlombaan KJI dan KBGI ini.

Abdillah menyampaikan ada hal baru pada penyelenggaraan perlombaan tahun ini, yakni tentang akan adanya nominasi juara terinovatif. Peserta yang akan mendapat predikat juara pada nominasi ini adalah yang memenuhi kriteria.

“Tahun ini ada yang beda, akan ada juara terinovatif,” ujarnya.

Lebih lanjut Abdillah mengungkapkan, dalam rangka mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik, selama kegiatan berlangsung peserta diwajibkan untuk tidak menggunakan alat-alat berbahan plastik.

“Kami akan memberikan tempat air minum berbahan kaca serta beberapa alat lain yang diusahakan tidak menggunakan plastik,” tuturnya. (whm/sp)