Kemensos Lakukan Survei BPNT

Kemensos Lakukan Survei BPNT

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). (Ist)

 

SHNet, Jakarta-Dalam meningkatkan kualitas BPNT, Kemensos menggelar survei perihal bahan pangan tambahan bagi KPM. Survei telah dilakukan di sejumlah daerah, di antaranya Maros, Makassar, dan Jeneponto.

“Survei ini dilakukan untuk memperdalam kajian mengenai bahan pangan tambahan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT),” ujar Sekretaris Ditjen PFM Kemenso Nurul Farijati dalam keterangan resminya, kemarin.

Dari survei tersebut, Kementerian Sosial berencana menambah jumlah bantuan dan pangan bernutrisi dalam program BPNT tahun depan.

BPNT pada 2020 akan ditambahkan pangan bernutrisi, yaitu mencakup karbohidrat, protein, dan tambahan makanan pendamping ASI dalam rangka menurunkan angka kekurangan gizi dan stunting.

Dalam memetakan penambahan bahan pangan di setiap e-Warong, Ditjen PFM melakukan survei dengan instrumen yang dapat diakses secara online.

Survei tersebut memungkinkan pengumpulan data dan pengukuran hasil dengan tepat, sesuai jadwal pelaksanaan yang telah ditetapkan, yaitu 10-28 Oktober 2019.

“Survei tersebut memerhatikan sisi permintaan dan penawaran. Dari sisi penawaran akan ditinjau mengenai kesediaan agen BPNT dalam menyediakan bahan pangan lokal, dan diharapkan dapat memberikan gambaran detail, sehingga dapat menjadi acuan dalam program BPNT 2020,” ujar Nurul.

“Target tahun 2020 berupa penambahan jumlah BPNT dari Rp110 ribu menjadi Rp150 ribu, dengan menambahkan kebutuhan pokok lainnya. Tidak hanya beras dan telur,” ujar Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Dirjen PFM) Kemensos Andi ZA Dulung.

Seperti diketahui, BPNT mendapatkan peningkatan indeks bantuan sosial dalam nota keuangan 2020 menjadi Rp150 ribu per KPM per bulan, dari sebelumnya Rp110 ribu. Adanya peningkatan indeks tersebut memungkinkan penambahan bantuan bahan pangan.

Ditegaskan Dirjen PFM Andi, target tahun depan tak hanya soal kuantitas, melainkan kualitas penyaluran bantuan juga mesti diperbaiki.

“Tahun depan kualitas penyaluran bansos harus lebih baik lagi. Jangan sampai para KPM (keluarga penerima manfaat) kesulitan mendapatkan produk-produk BPNT di warung sekitar,” kata Andi. (Stevani Elisabeth)