Inilah Cara Bagaimana KPM Bisa Memperoleh Manfaat BPNT

Inilah Cara Bagaimana KPM Bisa Memperoleh Manfaat BPNT

Ilustrasi pemanfaatan BPNT / dok Kemensos RI

SHNet, Jakarta – Kementerian Sosial RI telah melakukan transformasi bantuan sosial pangan dari Beras Sejahtera (Rastra) menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Transformasi bantuan tersebut merupakan pelaksanaan dari Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2017 tentang Penyaluran Bantuan Sosial secara Non Tunai.

Transformasi Rastra menjadi BPNT mulai dilakukan secara bertahap mulai tahun 2017 di 44 Kota. Pada 2018, dilaksanakan perluasan BPNT dari 44 kota menjadi 219 kabupaten/kota secara bertahap dengan target 10 juta KPM.

Tujuan Program Bantuan Pangan secara non tunai adalah untuk meningkatkan ketepatan kelompok sasaran yakni keluarga penerima manfaat (KPM), kemudian memberikan gizi yang lebih seimbang dan lebih banyak pilihan dan kendali kepada rakyat miskin, serta bisa mendorong usaha eceran rakyat, memberikan akses jasa keuangan pada rakyat miskin, dan mengefektifkan anggaran.

Tercatat hingga pertengan tahun ini, 5,6 juta KPM di 202 Kabupaten masih menerima bantuan dalam skema penyaluran Bantuan Sosial Rastra. Guna menyeragamkan transformasi Rastra menjadi BPNT, Kemensos menargetkan per 1 September 2019 lalu tidak ada lagi Rastra. Aturan ini berlaku nasional.

“Pada 2019, ditargetkan 514 kabupaten/kota di Indonesia sudah bertransformasi menjadi BPNT dengan sasaran 15,6 juta KPM,” kata Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin, Andi ZA Dulung, di Manado, pertengahan Agustus lalu.

Lalu bagaimana pemanfaatan BPNT itu berjalan?

Pertama, tentu KPM yang sudah teregistrasi akan mendapatkan Kartu Kesejahteraan Sosial yang telah teraktivasi dari pihak bank penyalur untuk dipakai menukarkannya dengan bahan pangan yang diinginkannya. Besaran nilai penukarannya saat ini adalah Rp.110 ribu/KPM per bulannya. Jadi dengan besaran tersebut KPM bisa menukarkannya dengan beras dan/atau telur di e-warong. Apabila bantuan tidak dibelanjakan di bulan tersebut maka nilainya tidak hilang, tetap tersimpang dan terakumulasi dalam rekening bantuan pangan.

Sementara itu di setiap bulannya, bank penyalur akan melakukan pemindah-bukuan dana bantuan sosial dari rekening Kemensos RI di bank penyalur ke rekening KPM. Proses pemindah-bukuan tersebut dilakukan paling lama 30 hari setiap bulan sejak dana ditransfer dari Kas Negara/Kas Daerah ke rekening Kemensos di bank penyalur.

Kemudian di hari yang biasa ditentukan, KPM bisa datang ke e-warong untuk menukar bahan pangan yang diinginkannya, dengan membawa KKS yang bertanda khusus Non Tunai dan sudah bekerjasama dengan bank penyalur. Tapi sebelum itu KPM dipersilakan untuk melakukan cek kuota bahan pangan di mesin EDC (Electronic Data Capture) yang sudah disediakan.

Jika kuota di cek masih ada, KPM lalu bisa memilih bahan pangan sesuai ketentuan dengan jumlah sesuai kebutuhan, dengan melakukan ‘pembelian’ dengan memasukkan nominal harga dan PIN pada EDC bank. Setelah semua cocok dan berjalan lancar maka KPM bisa menerima dan membawa pulang bahan pangan yang telah dibelinya tersebut serta bukti transaksi untuk disimpan.

Dalam penyaluran BPNT, Kemensos mulai tahun 2019 menggandeng Perum Bulog melalui kerja sama dengan e-Warong (e-Warong KUBE, agen bank, dan RPK mitra Bulog) sebagai pemasok bahan pangan beras dan telur, terutama di daerah non penghasil beras. (*/TJE)