Ini Keunggulan Program BPNT

Ini Keunggulan Program BPNT

Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Dirjen PFM) Andi Z A Dulung. (Ist)

 

SHNet, Jakarta-Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan transformasi bantuan sosial pangan Beras Sejahtera (Rastra) menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Transformasi bantuan tersebut merupakan pelaksanaan dari Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2017 tentang Penyaluran Bantuan Sosial secara Non Tunai.

Ada beberapa keunggulan dari program BPNT. Pertama, mudah dijangkau dan digunakan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM)
Lewat program ini, KPM diberi kebebasan untuk memilih kapan, berapa, jenis, kualitas dan harga bahan pangan (beras dan telur), tempat membeli tidak diarahkan ke e-Warong tertentu dan bahan pangan tidak dipaketkan.

BPNT juga mendorong usaha eceran rakyat untuk memperoleh pelanggan dan peningkatan penghasilan dengan melayani KPM.

Selain itu, memberikan akses jasa keuangan kepada usaha eceran rakyat dan kepada KPM.
Keunggulan lain, e-Warong dapat membeli pasokan bahan pangan dari berbagai sumber sehingga terdapat ruang alternatif pasokan yang lebih optimal.

Bank Penyalur bertugas menyalurkan dana bantuan ke rekening KPM dan tidak bertugas menyalurkan bahan pangan kepada KPM, tidak melakukan pemesanan bahan pangan.

Progran BPNT ini juga merupakan strategi pemerintah mengurangi deviasi KPM sebagai tindak lanjut saran KPK terkait ketepatan sasaran penerima manfaat bantuan sosial

“Pada 2019, ditargetkan 514 kabupaten/kota di Indonesia sudah bertransformasi menjadi BPNT dengan sasaran 15,6 juta KPM,” kata Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Dirjen PFM) Kemensos Andi ZA Dulung.

Dalam penyaluran BPNT, Kemensos mulai tahun 2019 menggandeng Perum Bulog melalui kerja sama dengan e-Warong (e-Warong KUBE, agen bank, dan RPK mitra Bulog) sebagai pemasok bahan pangan beras dan telur, terutama di daerah non penghasil beras. (Stevani Elisabeth)