Dari Bebek, Warga Desa Karanganyar Menggantungkan Hidupnya

Dari Bebek, Warga Desa Karanganyar Menggantungkan Hidupnya

SHNet, Cirebon – Hampir sebagian warga Desa Karanganyar, Kecamatan Panguragan ini, menggantungkan hidupnya dari beternak bebek, budidaya penetasan telur bebek, hingga olahan telur asin.

Kuwu Desa Karanganyar, Moh Yakub mengatakan jumlah populasi bebek di desanya, menjadi terbanyak di Kabupaten Cirebon. Selain desa kroya dan juga losari.

“Populasi bebek ya bisa lebih dari 5.000 ekor, karena setiap bulan di sini juga telur bebek dikembangbiakan, satu petani itu bisa 1.000 telur menetas,” katanya.

Dikatakan, awal mula adanya ternak bebek berawal dari zaman para wali. Bebek merupakan salah satu hewan liar, yang sulit dibudidayakan. Lama kelamaan bebek dikembangkan biakan secara turun temurun.

“Populasi bebek ini muncul dan berkembang setelah ada mesin penetas. Dan kitajuga punya bebek rambon yakni ras bebek asli Cirebon,” sebutnya. Bebek rambon ini, hasil persilangan bebek Tegal dan Magelang.

Namun pengembangan bebek jenis ini di Cirebon. Menurut Yakub, pada tahun 2013 sudah SK Kementerian Pertanian menetapkan bebek rambon menjadi salah satu rumpun itik lokal indonesia.

Dijelaskan Yakub, bebek rambon punya keunggulan tersendiri. Seperti, produktivitasnya yang lebih tinggi, daya tahan tubuh kuat dan dagingnya empuk dibanding bebek biasa.

“Secara umum sama, tapi kalau dilihat lebih detil. Bebek rambon ini fisiknya, lebih tegak dari bebek biasa. Ekornya runcing. Sayapnya ada warna coklat. Dan Mata betina lebih cerah,” bebernya.

Potensi usaha dari bebek ini, berawal dari usaha warga Desa Karanganyar. Pemerintah desa menilai, potensi yang dimiliki oleh desa yang sejak 34 tahun lalu pemekaran dari Desa Kroya itu, ingin mencoba memberdayakannya.

Selain karena telah diakui kualitas bebek oleh Kementan. Namun dari sisi pengembangan usaha masih belum optimal. Meskipun ada beberapa warga yang sudah melayani pesanan penjualan baik telur asin, bibit anak bebek dan juga daging bebek. (maya)