Aplikasi Rumah Belajar Kini Bisa Diunduh di “Playstore”

Aplikasi Rumah Belajar Kini Bisa Diunduh di “Playstore”

Kapustekkom Kemendikbud, Gogot Suharwoto sempat membahas Aplikasi Rumah Belajar Mobile, pada acara Anugerah Kihajar, di Jakarta, Kamis (14/11). [SHNet/Ist]

SHNet, Jakarta – Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengembangkan portal pembelajaran Rumah Belajar dalam versi mobile. Aplikasi yang berisi konten-konten pembelajaran dan aplikasi e-pembelajaran untuk siswa dan pendidik ini, kini dapat dimanfaatkan secara luas di seluruh Indonesia dan dapat diunduh di Google Playstore.

Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Kapustekkom) Kemendikbud, Gogot Suharwoto mengatakan, pengembangan aplikasi Rumah Belajar tersebut berangkat dari kesadaran tren siswa generasi Z, yang merupakan pengguna asli dari perangkat digital. Rata-rata generasi Z menghabiskan minimal 6,5 jam per hari untuk mengakses informasi melalui ponsel pintar.

“Sebagai bentuk komitmen Kemendikbud untuk memberikan pelayanan yang maksimal dalam menyediakan aplikasi pembelajaran yang lebih ‘user friendly’, kini telah kita luncurkan Rumah Belajar versi mobile”, kata Gogot pada jumpa pers Anugerah Kihajar, di Jakarta, Kamis (14/11).

Dilengkapi Notifikasi Konten Terbaru
Gogot menyampaikan bahwa selain lebih mudah dalam pencarian konten, versi mobile terbaru ini juga menyajikan tampilan yang lebih menarik sesuai dengan tren aplikasi zaman sekarang.

“Serta dilengkapi dengan fitur notifikasi konten terbaru, sehingga pengguna akan mendapatkan ‘pop-up notification’ apabila ada konten terbaru,” ujarnya.

Seminar TIK Nasional bertema “Membangun Kesadaran untuk Membangun Generasi Unggul dan Berkarakter di Era Digital”, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (13/11).[SHNet/Ist]

Selain itu, menurut Gogot ada pula kemudahan registrasi karena pengguna dapat ‘log in’ dengan sosial media mereka. Selain itu, konten bisa diunduh dan dimanfaatkan secara offline alias di luar jaringan (luring).

Duta Rumah Belajar
Menurutnya, untuk memaksimalkan desiminasi pemanfaatan Rumah Belajar, Kemendikbud juga menjaring guru-guru pilihan dengan serangkaian pelatihan berjenjang yang menghasilkan Duta Rumah Belajar di masing-masing provinsi.

Kemendikbud mengharapkan Duta Rumah Belajar dapat menjadi mesin penggerak utama yang mampu membangun budaya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran di sekolah-sekolah, baik untuk guru maupun komunitas.

“Dengan hadirnya Duta Rumah Belajar maka pemanfaatan portal Rumah Belajar akan lebih optimal dan efektif,” pungkasnya. (whm/sp)