75 Peserta Tour de Singkarak Melintasi Kabupaten Kerinci

75 Peserta Tour de Singkarak Melintasi Kabupaten Kerinci

Perkebunan teh Kayu Aro dengan latar Gunung Kerinci, Jambi, (Dok. SHNet/stevani elisabeth)

 

SHNet, Kerinci – Kamis malam, Kabupaten Kerinci mulai dipadati oleh para peserta Tour de Singkarak dan timnya.

Hari itu terjadi peningkatan wisatawan yang berkunjung di kabupaten dengan julukan “Negeri Sekepal Tanah Surga”. Ini dibuktikan dengan penuhnya tempat-tempat penginapan yang ada di wilayah tersebut.

Salah satu penginapan, Gunung Tujuh misalnya. Penginapan tersebut memiliki 18 kamar. Pada Kamis malam, kamar di penginapan tersebut penuh. Satu kamar diisi tiga orang.

Jumat pagi, para peserta Tour de Singkarak (Tds) 2019 akan menjajal rute anyar di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi yakni etape ketujuh.

Peserta Tour de Singkarak melintasi kebun teh Kayu Aro, Kabupaten Kerinci. (Dok. Kemenparekraf)

Di etape ini hanya tinggal 75 peserta. Mereka akan memulai mengayuh sepeda dari air terjun Telun Berasap dan berakhir di dermaga Danau Kerinci.

Air terjun Telun Berasap merupakan air terjun yang unik. Airnya berasal dari Danau Gunung Tujuh yang merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara. Danau tersebut berada di dekat puncak Gunung dan dikelilingi oleh tujuh gunung.

Masyarakat setempat menyebutnya Telun Berasap karena debit air yang jatuh dari ketinggian lebih dari 50 meter ini sangat deras menghempas bebatuan di bawahnya. Hempasan tersebut menimbulkan kabut seperti asap.

Dalam perjalanan, para peserta akan melewati Kayu Aro yang merupakan salah satu ikon pariwisata Jambi. Kayu Aro merupakan perkebunan tertua di Indonesia dan tertinggi kedua di dunia.

Berada di lereng Gunung Kerinci, tentunya Kayu Aro merupakan destinasi yang menarik untuk dikunjungi. Jalan-jalan yang dilalui oleh peserta TdS ini beraspal mulus. Bahkan ada yang dicat warna-warni.

Danau Kerinci tempat pembukaan Festival Kerinci 2019 dan Finish dari peserta Tour de Singkarak. (SHNet/stevani elisabeth)

Bupati Kerinci Adiroxal mengatakan, event Tour de Singkarak dan Festival Kerinci 2019 merupakan ajang promosi pariwisata Kabupaten Kerinci dan Provinsi Jambi.

“Bayangkan kalau peserta dan timnya mengabadikan foto atau memviralkan video di media sosial mereka, sudah berapa banyak orang yang melihat dan menontonnya. Dari sekian banyak yang menonton dan melihat di medsos pasti ada yang tertarik ingin berkunjung ke sini,” ujarnya saat penutupan Festival Kerinci 2019.

Ia mengharapkan, tahun depan peserta Tour de Singkarak dapat melintasi daerah Merangin di Kabupaten Kerinci.

Sementara itu, Sekretaris Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Edy Wardoyo mengatakan, keberhasilan pariwisata tidak lepas dari komitmen dan dukungan dari kepala daerah.

“Semoga Festival Kerinci tahun depan mendapat sentuhan dari Menteri Pariwisata dan Ekoomi Kreatif yang sukses menjadi kreator di Asian Games 2018, sehingga lebih baik lagi,” ujarnya.

Rute di etape ketujuh meski dikategorikan sebagai rute yang lebih ringan. Namun, punya dua titik Sprint dan dua titik King Of Mountain (KOM). Gunung Labu dan Bukit Tengah untuk KOM, serta di Semurup Taher dan Hiang untuk titik sprint. Sehingga dipastikan menjadi rintangan yang harus dihadapi oleh para pebalap. (Stevani Elisabeth)