125 Keluarga di Jabar Baru Pertama Kali Dapat Akses Air Bersih

125 Keluarga di Jabar Baru Pertama Kali Dapat Akses Air Bersih

Ist

SHNet, JAKARTA – Sekitar 125 keluarga atau 500 orang di Kampung Lembur Pasir, Desa Ginanjar, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat mendapatkan akses ke air bersih untuk pertama kalinya.

Pembangunan akses air bersih ini merupakan bagian dari program freshwater Conservation International yang bekerja sama dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Lokasi Kampung Lembur Pasir yang bersebelahan dengan hutan TNGGP seharusnya lebih mudah mendapatkan air bersih. Namun, selama bertahun-tahun warga menggunakan air hujan atau irigasi untuk kebutuhan mandi dan mencuci.

“Selain untuk memberikan akses, kami juga ingin memperlihatkan manfaat langsung dari hutan yang lestari. Kami berharap warga dapat menyadari hal tersebut dan terdorong untuk menjaga hutan,” ujar Anton Ario, Senior Manager Terrestrial Program, Conservation International Indonesia.

Program ini dimulai pada bulan Mei 2019 dengan melakukan sosialisasi kepada pihak TNGGP serta pemerintah desa dan kampung. Mereka mendukung penuh dan mengatakan program ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tahap berikutnya membahas implementasi mulai dari survei mata air, pembangunan bendungan semi permanen, pemasangan pipa, dan pemeliharaannya. Warga setempat menyepakati bahwa mereka akan terlibat dalam semua tahapan implementasi. Dari survei diketahui bahwa sumber mata air berada di dalam taman nasional yang berjarak kurang lebih enam kilometer dari kampung.

Pada Juli 2019, warga bergotong royong membangun bendungan sederhana yang berdekatan dengan mata air untuk menampung air. Setelah itu dipasang pipa dari bendungan ke beberapa tangki air di kampung yang dialirkan lagi ke masing-masing rumah. Metode gravitasi digunakan untuk memastikan air terus mengalir dari bendungan ke tangki. Tanggal 8 Juli 2019, air bersih mengalir ke kampung.

“Warga telah mendambakan adanya air bersih dari dulu karena biasanya kami mengandalkan air dari selokan, irigasi, dan hujan. Hari ini rasanya bagaikan mimpi karena air bersih sudah tersedia di rumah masing-masing warga dengan bantuan dari Conservation International dan Balai Besar TNGGP,” ujar Ajudin, Ketua RT, Kampung Lembur Pasir.

Untuk menambah dan memperkuat pemahaman akan pentingnya hutan sebagai penyedia air bersih serta dasar Water, Sanitation and Hygiene (WASH) dilakukan juga kegiatan edukasi ke sekolah-sekolah di sekitar taman nasional. Bentuk kegiatan edukasinya berupa pemutaran film konservasi, permainan, dan praktik cuci tangan. Sekitar 250 murid di delapan Sekolah Dasar telah terjangkau hingga Oktober 2019.

Meskipun program freshwater ini telah selesai di akhir Oktober 2019 kemarin, warga telah berkomitmen untuk menjaga dan memelihara akses air ini. “Warga sepakat untuk memberikan iuran sebesar Rp10.000 per keluarga setiap bulannya. Iuran ini dikumpulkan dan dikelola oleh Panitia Air yang anggotanya adalah warga kampung juga. Iuran ini akan digunakan untuk memperbaiki dan membeli pipa baru,” kata Ajudin.

Selain itu, warga juga akan turut membantu pihak taman nasional dalam melakukan pengamanan kawasan dan keterlibatan dalam penanaman pohon. “Kami sangat senang warga memahami pentingnya hutan dan terdorong untuk melindunginya. Tentunya, kami akan mendukung dan mendampingi warga dalam menjaga hutan,” ujar Agung Pakerti, Kepala Resot Pasir Hantap Balai Besar TNGGP. (ij)