Program Anak Sehat untuk Atasi Gizi di Papua

Program Anak Sehat untuk Atasi Gizi di Papua

Mendikbud Muhadjir Effendy bertemu para siswa SD saat mengunjungi SMPN 2 Wamena, Selasa (15/10). [SHNet/Ist]

SHNet, Wamena – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan untuk menangani kesehatan dan gizi anak-anak Papua, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan Program Anak Sehat (Progas) yang telah dilucurkan tahun lalu akan diperluas hingga seluruh daerah di Papua.

Mendikbud menyampaikan hal ini saat mengunjungi para siswa di SMPN 2 Wamena, di Kabupaten Jayawijaya, Selasa (15/10).

Ia juga meminta Dinas Kesehatan memberikan vitamin agar anak-anak Papua terjamin kesehatannya.

“Nanti, saya berkoordinasi dengan Menkes (Menteri Kesehatan, Nilam Moeloek) untuk memberikan makanan tambahan dan vitamin agar gizi anak Papua terjamin. Kemudian program sarapan sehat di sekolah dijalankan,” tuturnya.

Percepatan Pencairan Program Indonesia Pintar
Pada kunjungan kerja ke Papua kali ini, Mendikbud juga menyaksikan percepatan pencairan dana manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 87 siswa SD, 423 siswa SMP, 20 siswa SMA dan 500 siswa SMK.

Mendikbud Muhadjir Effendy bertemu para siswa SD saat mengunjungi SMPN 2 Wamena, Selasa (15/10). [SHNet/Ist]

Mendikbud menyatakan bahwa sebagai program prioritas pemerintah, PIP membantu peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu. Tujuannya agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tersebut tidak putus sekolah hingga lulus di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Kartu ini, anak-anakku, bisa berlaku hingga SMA dan SMK. Jadi kalau sekarang penerima masih SD, nanti melanjutkan SMP juga akan masih mendapatkannya hingga SMA dan SMK. Sehingga tidak boleh putus sekolah,” pesan Mendikbud.

Mendikbud juga berpesan agar para penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) menggunakan dananya secara cermat, hemat, dan penuh perhitungan.

“Jangan boros, gunakan sesuai dengan kebutuhan dan gunakan untuk keperluan sekolah,” pesan Mendikbud.

Ia menjelaskan saat ini KIP telah dalam bentuk kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sehingga memudahkan penerima untuk mencairkan dana bantuan pendidikan. Ia mengharapkan para guru pendamping juga dapat memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan fasilitas perbankan tersebut.

“Tidak semua dana PIP harus dibelanjakan, karena itu kalau memang tidak diperlukan boleh ditabung di masing-masing rekening kartunya. Sehingga pada saatnya, jika dibutuhkan bisa digunakan,” ujar Mendikbud.

Mendikbud Muhadjir Effendy bertemu para siswa dan guru saat mengunjungi SMPN 2 Wamena, Selasa (15/10). [SHNet/Ist]

Yoel Gombo misalnya, siswa kelas X SMK YSO Ninabua, Wamena, mengatakan akan menggunakan dana PIP untuk membantu usaha ternak orang tuanya sehingga dengan usahanya tersebut bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Jadi supaya bisa kuliah, uangnya dari hasil usaha ternak, dari bantuan Pak Menteri,” ujarnya.

Yoel berharap, pencairan penerimaan dana PIP dari pusat berjalan lancar.

“Kita ingin, kita bisa sekolah dengan baik, jadi dengan bantuan pemerintah kita bisa sekolah, baik anak-anak Papua dan non Papua juga, untuk masa depan Papua dan negara,” ujarnya. (whm/sp)