Gowes Nusantara 2019 Singgahi Kabupaten Luwu

Gowes Nusantara 2019 Singgahi Kabupaten Luwu

BERGERAK - Lapangan Andi Djemma di depan kantor Bupati Luwu, jadi lokasi start dan finis masyarakat setempat untuk bergerak berolahraga mengayuh sepedanya sejak Minggu (13/10), pukul 06.00 pagi. (Dok/SHNet)

SHNet, LUWU – Program unggulan Kemenpora dibawah Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga bertajuk Gowes Nusantara 2019 kembali digelar. Kali ini, kota yang memiliki bentang alam indah, dari laut hingga pegunungan Latumojong yakni Luwu, disinggahi program tersebut pada Minggu (13/10).

Lapangan Andi Djemma di depan kantor Bupati Luwu, jadi lokasi start dan finis masyarakat setempat untuk bergerak berolahraga mengayuh sepedanya sejak pukul 06.00 pagi. Mereka bersiap bergerak dalam tagline: “Ayo Bergerak, Di mana Saja, Kapan Saja”.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Luwu,  Alamsyah,  Gowes Nusantara edisi ini diikuti sekitar 1000 peserta. Mereka terdiri dari kalangan pemerintah daerah,  komunitas sepeda, pelajar dan masyarakat.

Para penikmat sepeda itu melintasi area pertanian, perumahan dan perbukitan sejauh 13 km. Tapi,  lantaran hujan lebat, bendera start yang sejatinya dikibaskan pukul 08.00, terpaksa ditunda sekitar satu jam.

“Ini pertama kali hujan turun dalam beberapa bukan terakhir. Banyak peserta yang terjebak dalam perjalanan ke lokasi di tengah jalan,” kata Alamsyah. Meski demikian, antusiasme penikmat bersepeda di Kabupaten Luwu cukup tinggi meski diguyur hujan. Mereka yang lebih dulu tiba,  tidak beranjak dari lokasi.

Begitu hujan berhenti,  para peserta langsung mengayuhkan sepedanya. Gowes yang menempuh jarak 13 Km itu, dilepas secara resmi oleh Bupati Kabupaten Luwu Basmin Mattayang didampingi Bayu Rahardian,  Asisten Deputi 3 Pengelolaan Sentra dan Sekolah Olahraga Kemenpora.

“Masyarakat Kabupaten Luwu antusias dengan  kegiatan ini.  Terbukti meski diguyur hujan kegiatan tetap berjalan.  Kalau tidak hujan pesertanya pasti lebih banyak lagi, ” ujar Bupati Luwu Basmin Mattayang.

Menurutnya kegiatan ini bukan event tahunan, namun tiap saat selalu dilakukan. Tergantung momennya. “Kami harap kedepan dapat menjadi penyelenggara kegiatan ini dua kali setahun. Kami siap menggelarnya kapan saja, ” tambah Bastin Mattayang.

Hasrat itu disambut oleh Bayu Rahardian yang mewakili plt Menpora RI Hanif Dakhiri. Bayu Rahardian dalam sambutannya mengapresiasi antusiasme mayarakat Luwu. Dia akan melakulan evaluasi setelah event yang tahun ini digelar di 40 kabupaten kota berakhir nanti termasuk di Kabupaten Luwu.

“Meski hujan masyarakat tetep sabar, menunggu hingga redah.  Bukti mereka sangat antusias untuk hidup sehat. Jika dilihat jumlah masyarakat disini tentu ini cukup baik,” tutur Bayu Rahardian.
Gowes nusantara menjadi bagian dari program pembudayaan olahraga. Bagaimana mengajak masyarakat bergerak aktif berolahraga agar bugar dan sehat.
“Bukan hanya itu, bersepeda banyak maknanya, selain menjaga tubuh tetap bugar juga menambah teman serta obat menghilangkan berbagai persoalan karena bisa lihat pemandangan yang indah dengan udara yang sejuk, ” kata Astuti,  peserta gowes nusantara edisi Luwu yang bergabung dalam klub Pasapeda.  (Nonnie Rering)