Fary Djemi Francis Siap Saingi La Nyalla dan Iwan Bule

Fary Djemi Francis Siap Saingi La Nyalla dan Iwan Bule

MEMAPARKAN - Fary Djemi Francis (tengah) saat memaparkan visi & misi-nya kepada media, Sabtu (5/10) sore. (Dok/SHNet)

SHNet, JAKARTA – Persaingan memperebutkan posisi ketua umum pada Kongres Pemilihan PSSI, 2 November nanti makin ketat. Tak hanya nama-nama sepeti la Nyalla Mattalitti dan Mochamad Iriawan alias Iwan Bule atau Ibul.

Belakangan nama Fary Djemi Francis pun melambung. Ia sama sekali tak gentar bersaing dengan La Nyalla atau Iwan Bule. Sebaliknya, politisi Gerindra ini menyatakan siap bersaing ketat dengan dua kandidat terkuat: Nyala dan Ibul. “Mari bersaing secara sehat. Fair. Calon-calon lain tentunya ingin seperti itu juga,” katanya, di Jakarta Minggu (6/10).

Berbekal misi & visi yang kuat dan pemahamannya akan permasalahan sepak bola nasional, Fary juga menegaskan komitmennya untuk membuat PSSI lebih dicintai masyarakat. “Karena itu saya siap mencurahkan waktu, tenaga, dan pastinya berkorban juga untuk PSSI,” tegas anggota DPR dua periode terakhir itu.

Fary Djemi Francis sudah memaparkan visi & misi-nya kepada media, Sabtu (5/10) sore. Ia mengurai tekadnya untuk membuat “One stop complex” sepak bola nasional. Yakni, membangun tempat latihan terpadu yang refresentatif dan lengkap. Dilengkapi gedung untuk kantor pusat PSSI, sehingga nantinya PSSI tak perlu nomaden, berpindah-pindah tempat.

“Tantangan kita ke depan, membuat organisasi PSSI dan timnas Indonesia lebih dicintai dan membanggakan masyarakat,” ungkap mantan ketua Komisi V DPR yang membidangi infrastruktur dan perhubungan itu.

“Saya siap berjuang untuk membuat PSSI lebih baik lagi,” tutur Fary, pria kelahiran Watampone, Sulsel, 7 Februari 1968. Ia sudah mengabdi di PSSI pada kepengurusan 2016-2019, sebagai ketua departemen sport intelijen

Perjuangannya dalam merebut kursi ketua umum PSSI periode 2019-2024 didukung sejumlah mantan pemain dan tokoh sepak bola nasional. Mereka ikut mendampinginya saat memberikan keterangan kepada media. Beberapa di antaranya tampaknya masuk dalam paket Exco. Misalnya, Yesayas Octavianus, untuk posisi wakil ketua umum. Serta Dede Sulaeman dan Nasir Salassa untuk anggota Exco.

Bob Hippy, salah satu legenda timnas dan Exco PSSI 2011-2015, menyebut Fary Djemi Francis sebagai tokoh yang mampu membuat kinerja organisasi PSSI semakin baik sehingga otomatis meningkatkan performa timnas.

“Figur seperti Fary dan Yesayas adalah tokoh-tokoh reformis sepak bola yang patut didukung,” ujar Bob Hippy. Dua nama itu pula yang disebut AKBP Rafli A Razak, SH, mantan wasit FIFA dan direktur perangkat pertandingan PSSI.

“Atas nama keluarga besar perangkat pertandingan, baik wasit, pengawas pertandingan, instruktur wasit dan pengawas wasit, kami mengapresiasi dan mendukung pencalonan Fary Djemi Francis dan Yesayas Octavianus,” ungkap Rafli A.Razak.

“Saya yakin Pak Fary Djemi Francis dan Yesayas Octavianus akan membawa warna baru untuk PSSI. Mereka bisa meningkatkan prestasi timnas ke tingkat dunia,” ujar Dede Sulaeman.

Yesayas Octavianus menyatakan, setelah pengumuman lolos-tidaknya para bakal calon Exco oleh Komite Pemilihan (KP) pada 10 Oktober nanti, ia bersama Fary Djemi Francis merencanakan “road show” ke beberapa daerah. “Ya, ini sebagai bentuk penggalangan dukungan dari pemilik suara atau voters,” ungkap Yesayas.

Untuk Kongres Pemilihan Exco PSSI 2019-2024 ini terdaftar sebanyak 11 bakal calon ketua umum, 21 wakil ketua umum, dan 91 anggota. Kongres hanya akan memilih seorang ketua umum, dua wakil ketua umum, dan 12 anggota Exco.

Sementara itu, di tengah ketatnya perseteruan memperebutkan 12 Exco, tokoh sepak bola nasional yang juga ketua Asosiasi Pelatih Sepak bola Seluruh Indonesia (APSSI) Ronny Tanuwijaya memberikan dukungannya kepada Ary Julianta Tridjaka. “Maju terus, Mas, saya dukung,” demikian dikemukakan Rotan -sapaan akrabnya- dalam komunikasinya dengan Ary kemarin.

Ary Julianta Trijaka, wartawan olahraga senior dan pengurus PWI Jaya, mendaftar sebagai anggota Exco dengan dukungan dari klub Trisakti. Dia juga wakil ketua komite etik Federasi Futsal Indonesia (FFI), yang dijabatnya sejak 2014.  (Nonnie Rering)