Desa Tiga Penghasil Telur Ayam di Bali

Desa Tiga Penghasil Telur Ayam di Bali

SHNet, Jakarta – Desa Tiga di Kecamatan Susut Bangli selama ini menjadi salah satu desa penghasil telur ayam. Telur-telur yang diproduksi oleh masyarakat di Desa Tiga, tak hanya dijual untuk memenuhi permintaan masyarakat di wilayah Bali namun juga dikirim hingga ke wilayah Nusa Tenggara. Perbekel Desa Tiga Putu Merta Utama mengatakan, jumlah usaha ternak ayam petelur yang ada

Desa Tiga di Kecamatan Susut Bangli selama ini menjadi salah satu desa penghasil telur ayam. Telur-telur yang diproduksi oleh masyarakat di Desa Tiga, tak hanya dijual untuk memenuhi permintaan masyarakat di wilayah Bali namun juga dikirim hingga ke wilayah Nusa Tenggara.

Perbekel Desa Tiga Putu Merta Utama mengatakan, jumlah usaha ternak ayam petelur yang ada di Desa Tiga saat ini cukup banyak, mencapai puluhan unit. Dari sembilan banjar yang ada, usaha ternak ayam petelur paling banyak berada di Banjar Linjong. “Hampir di semua banjar ada usaha ternak ayam petelur, tapi yang paling banyak ada di Banjar Linjong,” ujar Merta Utama.

Dia mengungkapkan, usaha ternak ayam petelur ini sudah mulai digeluti sebagian besar masyarakatnya sejak lima tahun terakhir. Sebelum terjun ke usaha peternakan ayam petelur, dulunya masyarakat di desanya banyak yang menggeluti profesi sebagai petani, salah satuya petani jeruk. “Banyak yang memilih menjadi pengusaha ayam petelur karena wilayah Desa Tiga memang cocok menjadi tempat usaha ternak ayam petelur. Untuk membuat kandang peternak tidak susah karena bahan seperti bambu dan kayu memang tersedia di wilayah desa,” terangnya.

Diakuinya, keberadaan usaha ternak ayam petelur ini tak hanya menguntungkan para pemilik usaha namun juga menguntungkan bagi sebagian besar masyarakat lainnya. Sebab dari satu unit usaha ternak ayam petelur ini bisa menyerap hingga lebih dari 10 orang tenaga kerja.

Mengenai hasil produksi, kata Merta Utama, selain dipasarkan di wilayah Bali, selama ini telur yang diproduksi dari usaha ternak masyarakat banyak juga yang dipasarkan hingga ke luar Bali seperti wilayah Nusa Tenggara. “Dengan adanya usaha ternak ayam petelur ini tingkat perekonomian masyarakat kami cukup meningkat,” imbuhnya. (maya)