Belanda dan Indonesia Perkuat Kemitraan di Bidang Pendidikan Kejuruan

Belanda dan Indonesia Perkuat Kemitraan di Bidang Pendidikan Kejuruan

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Bogor. (Ist).

SHNet, Jakarta- Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyempatkan diri singgah di Indonesia, Senin (7/10) dalam perjalanannya ke Australia dan Selandia Baru.

Rutte sempat bertemu dengan presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Bogor. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara ini membahas tentang peningkatan kemitraan antara Indonesia dan Belanda lebih jauh, dalam bidang pendidikan, menggaris bawahi kesepakatan kedua pemimpin untuk berkolaborasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan antara kedua negara ini.

Dalam jumpa pers, Perdana Menteri Rutte mengatakan, “ada banyak ikatan historis di antara kami, tetapi kami juga menjalin banyak ikatan baru, melalui program studi di Belanda salah satunya.”

Berinvestasi dalam sumber daya manusia menjadi semakin penting bagi Indonesia terutama di bidang pendidikan kejuruan.

Sementara itu, Presiden Jokowi menekankan, “kami membahas upaya untuk meningkatkan kemitraan di bidang pendidikan kejuruan, termasuk bidang pekerjaan umum, maritim, dan keperawatan.”

Sore Harinya, Perdana Menteri Rutte berkunjung ke Indonesia Port Corporation (IPC) salah satu universitas di kota Bogor. Dalam kunjungan ke IPC yang berkaitan dengan pendidikan tinggi,

“Saya senang bahwa pada bulan Juni tahun depan kami akan mengadakan acara khusus yang bertajuk WINNER yang merupakan akronim dari The Week for Indonesian-Netherlands Education Education and Research. Ini merupakan akronim yang tepat, karena kedua negara kita akan menjadi pemenang jika kita dapat saling menggunakan ilmu pengetahuan yang dimiliki,” kata Perdana Menteri Rutte.

Nuffic Neso Indonesia selaku organisasi Belanda di Indonesia yang bergerak di bidang pendidikan tinggi menyambut baik dukungan Perdana Menteri Rutte untuk respon positif terhadap minat Indonesia melibatkan Belanda dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan.

Kunjungan Perdana Menteri ke Indonesia diakhiri dengan networking dinner yang diadakan di Kedutaan Besar Belanda, dimana kantor Nuffic Neso Indonesia berada. Selama sesi meet and greet, beberapa alumni Indonesia yang telah menyelesaikan pendidikannya di Belanda berkesempatan untuk berbincangbincang dengan Perdana Menteri.

Perdana Menteri Rutte mengatakan “alumni dari program studi di Belanda adalah duta besar yang sangat baik untuk memberikan peluang yang akan muncul dari kerjasama Indonesia dan Belanda.”

Perdana Menteri secara khusus menyebutkan pentingnya beasiswa StuNed (Studeren in Nederland), “Di dunia pendidikan, koneksi baru ditempa setiap tahun. Tahun ini saja, terdapat 1,500 anak muda Indonesia yang belajar di Belanda. Dan sebaliknya, banyak siswa Belanda memilih untuk pergi ke Indonesia untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman. Hal ini sangat fantastis, berarti kita tidak hanya berbagi pengetahuan yang berharga, tetapi kita juga mendapatkan wawasan lebih banyak tentang cara hidup, berbudaya, dan melakukan praktik bisnis.”

Nuffic Neso Indonesia telah mengelola program StuNed sejak tahun 2000 . Program ini telah menghasilkan lebih dari 4,500 alumni, banyak di antaranya menempati posisi strategis di pemerintahan, sektor korporasi, atau masyarakat sipil. (Stevani Elisabeth)