WIDI Champion 4.0 Kunci Utama Hadapi Era Digital

WIDI Champion 4.0 Kunci Utama Hadapi Era Digital

SHNet, Jakarta-Wonderful Indonesia Digital Tourism (WIDI) Champion 4.0 diyakini menjadi kunci utama untuk menghadapi perubahan di era industri digital dengan mendorong SDM agar bersama-sama mengembangkan diri dan bertransformasi melalui digital.

“Kunci dalam grand strategi pariwisata era industri 4.0 adalah sumber daya manusia dan ini sejalan dengan program yang ditetapkan Presiden Joko Widodo tahun ini yakni fokus pada SDM,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya pada Kick Off WIDI Champion 4.0, di Jakarta, Kamis (19/9).

Menurutnya, Tourism 4.0 , 51 persennya adalah milenial. Bahkan saat ini 70 persen wisatawan China gunakan digital. Sekarang sudah masanya digital.

“Digital saat ini sebuah keniscayaan. Untuk smart destination ada dua yang disiapkan yakni Bali, Kepri,d1an 10 Bali baru,” ujarnya.

Penerapan teknologi adalah solusi untuk tourism 4.0. Transfer teknologi, mengubah regulasi dan SDM adalah tiga hal yang perlu dilakukan untuk tourism 4.0.

“Saya minta ada tim untuk smart destination, big data dan sosial media,” ujarnya.

Strategi yang disiapkan Kemenpar untuk menuju Tourism 4.0 mulai dari strategi tema pariwisata hingga pelatihan SDM, Quick Win Timeline yang dimulai sejak September 2019 hingga Maret 2020.

Grand strategi tersebut meliputi Strategic Theme: Wonderful Indonesia Digital Tourism 4.0, Strategic Imperative for Transforming Tourism HR to Win Global Competition in Industry 4.0, 5 Technologi Enabler, 9 Key Initiatives for Discipline Execution dan Pentahelix Collaboration Approach.

“Semua sudah siap dan tinggal pelaksanaannya saja. kita akan menyusupi dengan program-program Kemenpar di kurikulum sekolah pariwisata. Nanti juga ada pelatihan untuk staf Kemenpar menghadapi Tourism 4.0 ini. Tinggal penyempurnaan saja untuk kelima Pentahelix tadi,” kata Arief Yahya.

Proses penerapan WIDI Champion Development Principle atau framework pembangunan kapasitas digital perusahaan terdiri dari digital culture, digital attitude, leadership skills, digital leadership serta digital capabilities.

Dalam kurikulum ini Menpar ingin menekankan model ekonomi digital dalam industri pariwisata Indonesia.

Menurutnya, hal ini penting karena hampir 100 persen wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri telah melek teknologi.

Untuk menuju Tourism 4.0, maka SDM pariwisata Indonesia juga harus siap terhadap perubahan pola perilaku orang-orang ketika berwisata, termasuk dalam hal pemasaran.

Setelah para ASN dan mahasiswa memperoleh kurikulum yang tepat, selanjutnya Kemenpar akan membentuk program berbasis komunitas untuk para pelaku industri agar memiliki kualitas SDM yang baik.

“Kurikulum dan pelatihan ini kita sudah menggunakan pendekatan yang bagus. Jadi konsepnya menurut saya cukup kuat,” ujarnya.

Selain itu, Kemenpar juga akan melakukan pengukuran kesiapan digital di lingkungan pegawai Kemenpar. Readiness Mapping adalah ukuran kemampuan Kemenpar untuk merencanakan pengembangan dan penggunaan teknologi digital di dalam tugasnya sehingga bisa menghasilkan kinerja yang jauh lebih baik dalam kapasitasnya sebagai pembina dan regulator di dunia pariwisata Indonesia.

“Kemenpar perlu mengukur posisi digital mastery mereka agar dapat mengetahui posisi mereka di tengah disrupsi yang sedang terjadi pada pariwisata Indonesia,” kata Menpar.

Tim Ahli WIDI Champion Kemenpar Lukman Kamil mengatakan, ada 50 bisnis diburu oleh milenial, termasuk pariwisata.

“Pariwisata harus berubah mengikuti perkembangan tersebut,” ujarnya.

Perubahan bukan hanya dari struktur maupun regulasi tetapi juga pasarnya.

WIDI Champion program dibagi dalam 5 development yaitu readiness mapping, digital leadership development, digital culture development, monitoring dan evaluasi dan championing.

Kemenparsudah peduli bahwa era industry 4.0 sudah terasa di pariwisata. (Stevani Elisabeth)