Siswa Terdampak Kerusuhan Papua Kembali Sekolah

Siswa Terdampak Kerusuhan Papua Kembali Sekolah

Rapat Tingkat Menteri (RTM) tentang Penanganan Pasca-Kerusuhan Sosial di Papua dan Papua Barat, berlangsung di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (13/9). [SHNet/Ist]

SHNet, Jakarta – Para siswa yang selama ini mengungsi karena terkena dampak kerusuhan sosial di Papua dan Papua Barat, kini sudah kembali ke rumah masing-masing. Mereka kini telah kembali melakukan aktivitas belajar di sekolah asal mereka.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, menyampaikan hal ini usai menghadiri Rapat Tingkat Menteri (RTM) membahas Penanganan Pasca Kerusuhan Sosial di Papua dan Papua Barat, di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), di Jakarta, Jumat (13/9).

“Hasil evaluasi yang diperoleh dari rapat, yang membahas mengenai pasca kerusuhan sosial di Papua dan Papua Barat, yang mengakibatkan beberapa siswa mengungsi, sekarang sudah tertangani, dengan dikembalikannya siswa-siswa tersebut ke sekolah asalnya,” ujar Mendikbud.

Mendikbud Muhadjir Effendy bertemu media usai menghadiri Rapat Tingkat Menteri (RTM) membahas Penanganan Pasca-Kerusuhan Sosial di Papua dan Papua Barat, di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (13/9). [SHNet/Ist]

Menurutnya, usai para siswa kembali ke sekolah masing-masing, penting bagi sekolah untuk lebih memperkuat pendidikan karakter. Tujuan penguatan pendidikan karakter tersebut untuk meningkatkan tumbuhnya rasa nasionalisme dan semangat bela negara dari para siswa.

Lima Karakter Utama
Mendikbud mengemukakan terdapat lima karakter utama dalam penanaman dan penguatan karakter. Kelima karakter tersebut, yakni religiusitas, nasionalisme, integritas, kemandirian, dan gotong-royong.

“Penanaman semangat nasionalisme merupakan yang utama untuk permasalahan konflik yang sekarang sedang dihadapi,” kata Mendikbud.

Masing masing daerah, kata Mendikbud, memiliki titik tekan sendiri dari lima karakter tersebut.

“Seperti religiusitas, itu bukan hanya pelaksanaan beragamanya yang baik, tetapi juga toleransi seperti siap menerima perbedaan, keyakinan, dan lainnya,” pungkas Mendikbud.

Rapat Tingkat Menteri (RTM) tentang Penanganan Pasca-Kerusuhan Sosial di Papua dan Papua Barat, berlangsung di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (13/9). [SHNet/Ist]

Rapat tingkat menteri yang membahas mengenai penanganan pasca-kerusuhan sosial di Papua dan Papua Barat dipimpin oleh Menteri Koordinator (Menko) PMK, Puan Maharani. Selain Mendikbud, sejumlah menteri dan pejabat tinggi juga menghadiri rapat ini.

Para menteri dan pejabat yang hadir antara lain adalah Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembisey, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, serta perwakilan Tentara Nasional Indonesia (TNI)/Kepolisian RI (Polri) serta pejabat dari kementerian/lembaga terkait lainnya. (whm/sp)