Menikmati Secangkir Robusta di Kampoeng Kopi Sirap

Menikmati Secangkir Robusta di Kampoeng Kopi Sirap

Kampoeng Kopi Sirap tempat menikmati kopi robusta rasa moka dan alam pegunungan Kelir. (Dok.facebook@doesoenkopisirap)

 

SHNet, Jakarta– Bila Anda berkunjung ke Semarang atau Magelang, sempatkan diri singgah di desa wisata Doesoen Kopi Sirap.

Tepatnya di Dusun Sirap, Kelurahan Jambu, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Akses menuju desa wisata tersebut tidak sulit karena lokasinya berada di jalan utama Semarang-Yogyakarta atau sekitar 7 Km dari Ambarawa menuju Yogya

Udara di desa wisata ini cukup dingin karena berada di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Dusun Sirap memang diberada di kawasan pengunungan Kelir.

Wisatawan bisa menjumpai perkebunan kopi di desa tersebut. Desa yang luasnya sekitar 45 hektar ini, 30 hektarnya ditumbuhi oleh tanaman kopi jenis robusta.

Di tengah-tengah Dusun Sirap, kita dapat menjumpai kedai Warung Desa (Wade) Kampoeng Kopi Sirap.

Wade Kampoeng Kopi Sirap menyediakan berbagai macam jenis kopi, namun yang paling terkenal adalah kopi Robusta rasa moka. Kopi ini dijual Rp15.00 per cangkir ukuran sedang. Rasa kopinya bikin kamu bakal ketagihan.

Mereka yang datang ke desa wisata ini, selain bisa menikmati kopi, juga bisa mendapatkan edukasi soal perkopian. Desa Wisata Doeseon Kopi Sirap telah dijadikan sebagai obyek wisata edukasi kopi dan budaya.

Seperti yang dikutip dari sigijateng.id terdapat sebuah rumah edukasi kopi yang dilengkapi sejumlah peralatan mengolah kopi. Beberapa barista berusia muda warga Sirap akan menjelaskan cara mengolah kopi yang baik dan benar agar mendapatkan rasa yang nikmat.

Sambil menyeruput kopi, pengunjung dapat menikmati suasana alam perkebunan yang sejuk serta hiburan seni budaya masyarakat setempat seperti Tari Reog, Tari Gadung Melati, Tari Bocah Sirap.

Camat Jambu Kabupaten Semarang, Moh. Edi Sukarno, mengatakan Wisata Edukasi Kopi dan Budaya Sirap dikelola sepenuhnya oleh warga setempat.

Menurut dia, pengembangan wisata kopi karena 25% dari total 41.000 warga Kecamatan Jambu menggantungkan hidup keluarga hidup dari menanam komoditas tersebut.

“Total jumlah lahan perkebunan kopi mencapai 1.150 hektare dengan produk mencapai 1.000 ton per tahun. Kopi yang ditanam Robusta,” ujarnya, dikutip dari sigijateng.id.

Ketua Gakpotan Tani Rahayu IV Dusun Sirap, Ngadiyanto mengatakan, jumlah anggota petani kopi saat ini sebanyak 40 orang. Para petani ini tergabung dalam 16 kelompok tani.

Lebih lanjut, Ngadiyanto mengatakan petani semula hanya menjual hasil produksi kopi dalam bentuk serbuk ke sejumlah pasar di wilayah Kabupaten Semarang dan sekitarnya.

“Pada awal 2017 kemudian membuka Wade Kampoeng Kopi Sirap yang melayani pengunjung dapat menikmati kopi seduh ditempat,” ujarnya. (Stevani Elisabeth)