Mengenalkan Koperasi Pada Anak Usia Dini

Mengenalkan Koperasi Pada Anak Usia Dini

SHNet, JAKARTA – Berkoperasi perlu dikenalkan kepada anak-anak usia dini. Makin cepat mereka mengenal koperasi, ketertarikan mereka untuk berkoperasi diharapkan akan tumbuh.

Karena itu, Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM, Luhur Pradjarto, sangat mengapresiasi kedatangan tamu dari siswa-siswi yang duduk di bangku kelas VI SD Bhakti Mulya 400 Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Selasa (10/9). “Baru kali ini Kementerian Koperasi dan UKM mendapat kunjungan dari siswa SD. Ini langkah positif untuk memperkenalkan koperasi sejak usia dini kepada anak-anak SD,” kata Luhur saat menerima siswa-siswi SD tersebut di Auditorium Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Selasa (10/9).

Menurutnya, siswa SD merupakan kader bangsa yang perlu mengenal koperasi lebih jauh. “Pengenalan koperasi siswa (Kopsis) kepada anak didik yang masih di bangku SD sangatlah penting,” tegasnya. Luhur menambahkan, sebagaimana pepatah tak kenal maka tak sayang, koperasi harus dimasyarakatkan mulai anak-anak di tingkat sekolah dasar.

“Sebagaimana besarnya koperasi kredit union, salah satunya adalah mengenalkannya pada usia dini,” ujarnya. Melalui koperasi, lanjut Luhur, anak-anak sekolah dapat diajarkan bagaimana hidup bergotong-royong, hingga latihan berorganisasi.

“Disadari bahwa pada tahap awal mereka diajari agar memanfaatkan keberadaan Kopsis untuk belanja memenuhi kebutuhan sekolah, seperti alat tulis dan seragam,” katanya.

Dalam kunjungan ini, kata Luhur, anak-anak diberikan pengenalan tentang perkoperasian dalam bentuk animasi dan beberapa tayangan yang dihiasi dengan gambar-gambar lucu versi anak-anak. “Dengan pemaparan ini, diharapkan akan mempermudah bagi anak-anak untuk mencerna, apa itu koperasi,” katanya.

Ia berharap kunjungan SD Bhakti Mulya 400 dapat dijadikan momentum bagi sekolah-sekolah untuk memasukan modul perkoperasian ke dalam kurikulum pelajaran di tingkat sekolah dasar.

Kepala Sekolah SD Bhakti Mulya 400, Elyani Umas, sangat antusias dengan tanggapan Kementerian Koperasi dan UKM yang telah memberikan kesempatan kepada anak didiknya untuk berkunjung dan mendengarkan langsung penjelasan tentang apa itu koperasi. “Anak-anak juga bisa memahami bagaimana pengelolaan koperasi, siapa saja yang dapat menjadi anggota koperasi, maupun usaha apa saja yang dapat dikelola koperasi,” kata Elyani.

Menurut Elyani, kedatangannya adalah untuk lebih mengenalkan anak-anak kepada dunia koperasi. “Karena saya lihat sendiri anak-anak ini kebanyakan orangtuanya adalah pengusaha. Jadi, kita akan arahkan anak-anak untuk menjadi pengusaha. Kita ingin mereka memiliki dasar untuk menjadi pengusaha,” kata Elyani.

Elyani menginginkan anak-anak muridnya sudah berpikir dari kecil untuk berwirausaha. Karena banyak mindset anak-anak setelah selesai sekolah itu adalah bekerja. “Saya ingin membangun mindset anak-anak itu berwirausaha untuk membangun perekonomian bangsa,” kata Elyani. (inno jemabut)