Komjen Dharma Pongrekun Himbau Kaum Milenial Untuk Waspada Adanya Revolusi Industri

Komjen Dharma Pongrekun Himbau Kaum Milenial Untuk Waspada Adanya Revolusi Industri

SHNet,  Jakarta – Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara ( BSSN), Komjen Pol Dharma Pongrekun, menghimbau kepada kaum milenial untuk tidak terlena  dalam menggunakan  teknologi canggih belakangan ini.  Mengingat adanya agenda tersembunyi dari Revolusi Industri 4.0 yang  diadopsi di Indonesia.

Menurutnya, kaum milenial  selalu berpegang pada jati dirinya sebagai mahluk ber-Ketuhanan dalam menghadapi dan mengantisipasi Revolusi Industri 4.0 yang penuh tidak kepastian itu.

“Harus diketahui bahwa semua itu adalah rekayasa kehidupan yang akan menyauhkan manusia,  dengan fitrahnya sebagai mahluk ciptaan Tuhan, ” kata Dharma Pongrekun dalam seminar yanh diadakan Dewan Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarief Hidayatullah.

Kembali dijelaskan Jenderal bintang tiga ini lagi,  revolusi induatri hanya satu dari agenda besar globalisasi untuk merevolusi kehidupan manusia agar menjadi mahluk ateis atau tidak ber-Tuhan.

” Kemajuan teknologi ini hanya pengalihan konsentrasi kita supaya kita tidak punya cukup waktu untuk mengingat Tuhan,” katanya.

Menurut Dharma, sekarang ini sarana TIK yang begitu masif dipakai manusia sehari-hari adalah smartphone. Di dalam alat disisipi aplikasi-aplikasi yang memiliki roh kemewahan, roh pornografi dan roh candu.

Sebab itu, alat ini membuat manusia bisa asyik berjam-jam, sampai lupa waktu salat. Padahal manusia bisa hidup karena roh dari Tuhan. “Nah roh itulah yang coba diganggu melalui smartphone. Dunia nyata Allah yang punya. Dunia maya, Allah-nya maya juga,” katanya.

Solusinya, menurut Dharma, segenap remaja harus kembali kepada nilai-nilai luhur bangsa, yaitu menjadi bangsa yang ber-Ketuhanan. “Kalau Sila Pertama Pancasila ini sudah kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari, otomatis sila-sila berikutnya akan terwujud,” terangnya.

Pada bagian akhir Dharma menghimbau kepada kaum milienal agar segera menjadi orang pintar sehingga pada waktunya Indonesua memiliki Teknologi Industri Nasional yang diawaki oleh anak-anak bangsa sendiri.

Selain dapat memajukan ekonomi dalam negeri, hal ini juga dapat menjaga data keamanan seluruh bangsa Indonesia dan tidak tergantung dengan bangsa lain. “Supaya kita tidak menjadi robot atau budak bangsa asing,” katanya. (maya)