Jokowi Beri Warna Buku Bahlil Lahadalia ‘Anak Papua Membuka Jalan Untuk Negeri’

Jokowi Beri Warna Buku Bahlil Lahadalia ‘Anak Papua Membuka Jalan Untuk Negeri’

MENYERAHKAN - Ketua Hipmi, Bahlil Lahadalia saat menyerahkan buku 'Anak Papua Membuka Jalan untuk Negeri' kepada Presiden Jokowi di sela-sela penyelenggaraan Munas Hipmi ke-15 di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (16/9). (Dok/SHNet)

SHNet, JAKARTA – Ada yang istimewa dari penyelenggaraan Musyawaran Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ke-15, yang dibuka secara resmi oleh Presiden RI, Joko Widodo di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (16/9).

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Hismi, Bahlil Lahadia   meluncurkan buku dengan titel ‘Anak Papua Membuka Jalan untuk Negeri’ di sela-sela penyelenggaraan Munas Hipmi ke-15 itu.

Peluncuran Buku Bahlil ini ditandai dengan penyerahan buku secara simbolis yang dilakukan Bahlil langsung kepada Presiden Jokowi, yang hadir bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja.

Buku yang ditulis wartawati senior Neneng Herbawati dan diterbitkan Penerbit Igico, menceritakan tentang lika-liku perjalanan hidup Bahlil, seorang pengusaha nasional asal Papua  yang mengawali perjuangannya dari seorang kondektur angkutan umum (Angkot) hingga menjadi pengusaha nasional yang sukses.

“Saya berterima kasih mendapat  kepercayaan  untuk menuliskan buku tentang perjalanan hidup Pak Bahlil. Tujuan penulisan buku ini  sebenarnya  sebagai  legacy  Pak Bahlil disaat mengakhiri kepemimpinannya di Hipmi selama 4,5 tahun,” jelas Neneng.

Ia mengatakan, proses penulisan hingga pencetakan buku terbilang singkat, sebab  hanya membutuhkan  waktu  sekitar tiga bulan lamanya. Tepatnya, pada pekan ketiga bulan Mei 2019, Bahlil memintanya menulis buku yang dapat memotivasi generasi muda Indonesia agar berani mengatasi  berbagai tantangan yang menghadang.

“Riset dan wawancara  berlangsung  satu setengah bulan lamanya. Sedangkan proses  editing juga  selama satu setengah bulan,” jelas sang penulis.

Neneng mengaku bangga  dalam penulisan  buku ini turut berkontribusi sejumlah tokoh nasional, di antaranya  Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Bambang Soesatyo.

“Pada suatu kesempatan (Juli), saya sebagai relawan Jokowi-Ma’ruf diundang ke Istana Kepresidenan Bogor. Saat itulah, saya meminta Bapak Presiden Jokowi untuk menuliskan Kata Pengantar untuk buku “Bahlil Lahadalia,  Anak Papua Membuka Jalan untuk Negeri.” Alhamdulillah, Bapak Presiden langsung mengiyakan,” jelas Neneng.

Disebutkan, Presiden  Jokowi,   secara eksplisit memberikan apresiasi yang tinggi atas prestasi gemilang  Bahlil di sepanjang perjuangannya meraih kesuksesan.

“Tidak ada prestasi yang sempurna tanpa kerja keras, dedikasi, keberanian, daya juang, dan kecerdasan. Tidak ada capaian yang lebih baik dibanding yang lainnya, jika tanpa langkah yang cepat, smart shortcut, dan selalu bisa mengubah strategi untuk menghadapi pesaing. Hal-hal inilah yang membuat keterbatasan menjadi kekuatan, ketidak mugkinan menjadi peluang, dan mengubah langkah sederhana menjadi lompatan,” kata Presiden Jokowi mengawali Kata Pengantar.

Kepala Negara mengungkapkan,  berangkat dari segala keterbatasannya, dan sejak kecil harus bersiasat untuk bisa hidup lebih baik dari sebelumnya, seorang anak Papua yang pernah tercatat sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI),  berhasil meniti sukses hingga meraih posisi terhormat di panggung nasional.

“Dialah Saudara Bahlil Lahadalia, yang ketika buku ini ditulis dalam posisi sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi). Prestasi ini, menurut saya luar biasa,” kata Kepala Negara.

Disebutkan,  posisi ketua umum BPP Hipmi yang biasanya dipegang oleh keluarga pejabat tinggi atau pengusaha sukses tingkat nasional, kali ini dipegang oleh Bahlil yang notabene berasal dari keluarga sederhana  dari Papua. Diakuinya, proses pematangan diri sebelum sampai pada posisi ketua umum BPP Hipmi  bukanlah jalan yang mudah.

“Saudara Bahlil yang tumbuh dari keluarga sangat sederhana, yang semasa kecilnya pernah jualan kue, serta pernah menjadi kondektur dan supir angkutan umum untuk bisa kuliah di Jayapura. Semua ini adalah proses pematangan diri dan penguatan karakter yang siap berjuang menghadapi tantangan yang berat,” kata Presiden Jokowi.  (Nonnie Rering)