Hasil Lemari Ukiran Desa Senenan Terkenal Hingga Manca Negara

Hasil Lemari Ukiran Desa Senenan Terkenal Hingga Manca Negara

SHNet, Jakarta – Kabupaten Jepara di Jawa Tengah dikenal sebagai daerah penghasil mebel ukir. Tidak hanya di dalam negeri, produk mebel ukir Jepara ini sudah kesohor hingga luar negeri.

Di Jepara, sentra mebel ukir ini bisa Anda temukan di Desa Senenan, Kecamatan Tahunan. Sentra ini berada di Jalan KH Wahid Hasyim yang berjarak sekitar 2 kilometer (km) sebelum pusat kabupaten. Letak sentra ini agak masuk ke dalam.

Penandanya ada gapura bertuliskan Sentra Ukir Senenan. Nah, begitu masuk gapura, Anda akan langsung menemukan deretan showroom dan bengkel produksi milik para pengrajin mebel.

Di sepanjang Jalan KH Wahid Hasyim sendiri sudah ada beberapa showroom mebel ukir. Tapi, jumlahnya tidak banyak. Di sentra ukir Senenan ini terdapat sekitar 30 pengrajin dan belasan showroom mebel. Berdiri sejak tahun 1970-an, sentra ini kesohor hingga ke pelbagai daerah di Indonesia.

Namun, pemerintah setempat baru meresmikan sentra ini pada tahun 2005 silam. Purwanto, pemilik toko Oval Jati, termasuk salah seorang pengrajin besar di Senenan. Ia memiliki tiga showroom dengan jumlah karyawan 45 orang.

Dalam sebulan, ia  bisa menjual rata-rata 25 produk mebel ukir dengan omzet Rp 100 juta. Adapun laba bersihnya sekitar 30% dari omzet.

Sebagian besar biaya operasional habis terpakai buat membayar gaji karyawan. “Untuk gaji karyawan saja sekitar Rp 60 juta per bulan,” ujarnya.

Di showroom-nya ia memajang beragam produk mebel ukir, seperti hiasan dinding, meja tamu, meja makan, dan kursi. Harganya beragam, mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 35 juta. Harga ini ditentukan bukan hanya dari diameter kayu yang harus diukir, melainkan dari kerumitan pahatan.

Selain produksi untuk memenuhi showroom, ia juga  memproksi berdasarkan pesanan. “50% orderan dan 50% stok produk,” ujarnya.

Pengrajin lainnya adalah Kartono. Pemilik Toko Ega Jati ini mengaku omzetnya bisa mencapai Rp 150 juta per bulan. Harga jual produknya sendiri berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 25 juta. Kartono memproduksi ukiran hiasan dinding, meja tamu, meja makan, lemari, dan tempat tidur.

Beda dengan Purwanto, produksinya selama ini hanya didasarkan pada pesanan. “Semua produk di toko itu pesenan, kami tidak bikin untuk stok,” katanya.

Keunggulan sentra ini terletak pada ragam model ukiran yang sangat variatif.  Selain motif ukiran yang banyak berkembang di pasaran, Senenan juga menghasilkan seni ukiran flora dan fauna, seperti ukiran bermotif akuarium atau tanaman.

Selain ukiran, model mebel yang dihasilkan sentra ini juga variatif.  Karena kelebihannya itu, sentra mebel ukir di Senenan menjadi barometer kerajinan ukiran di Jepara. Banyak pengusaha mebel di Jepara memesan mebel di sentra ini. (maya)