Festival Seni Bagian dari Penguatan Pendidikan Karakter

Festival Seni Bagian dari Penguatan Pendidikan Karakter

Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi membuka FLS2N Ke-16 jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus, di Lampung, Senin (16/9). [SHNet/Ist]

SHNet, Lampung – Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional Indonesia (FLS2N) menjadi wadah penyaluran bakat seni siswa sekaligus sebagai bagian dari Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Penyelenggaraan festival ini menjadi momentum bagi siswa untuk mengasah kemampuan seninya yang merupakan bagian dari pendidikan olah rasa.

Sekretaris Jenderal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Didik Suhardi menyampaikan hal ini saat membuka FLS2N Ke-16 jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus, di Lampung, Senin (16/9).

“Seni sebagai salah satu olahrasa yang perlu ditingkatkan, karena merupakan bagian dari pendidikan, dan kita harus meningkatkan kemampuan anak kita dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mereka agar jiwa seninya terasah dengan baik,” ujar Didik Suhardi.

Ia menjelaskan bahwa FLS2N merupakan ajang kompetisi bidang seni bagi siswa jenjang pendidikan dasar hingga menengah. Tahun ini FLS2N berlangsung pada tanggal 15 sampai dengan 21 September 2019. Penyelenggaraan ajan ini berlokasi di dua provinsi secara serentak, yaitu di Provinsi Lampung untuk jenjang pendidikan menengah, dan Provinsi Banten untuk jenjang pendidikan dasar. Ajang ini melombakan dua jenis kesenian, yaitu kesenian tradisional dan kesenian kreatif.

Didik berharap perhelatan festival tahunan ini dapat melestarikan kekayaan budaya Indonesia dengan memunculkan bibit-bibit pegiat seni dan budaya yang mampu bersaing di skala internasional.

Kita Negara Adidaya Budaya
“Kita dikenal sebagai negara adidaya budaya, sehingga setiap kekayaan budaya Indonesia perlu kita lestarikan dengan menyelenggarakan festival seni seperti ini (FLS2N), dan memunculkan potensi anak-anak kita yang kemudian bisa menjadi profesi mereka di masa mendatang,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Lampung, Sulpakar, mengatakan, FLS2N tahun ini mengangkat tema Seni Menyatukan Keberagaman.

Pembukaan FLS2N Ke-16 jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus, di Lampung, Senin (16/9). [SHNet/Ist]
Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi membuka FLS2N Ke-16 jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus, di Lampung, Senin (16/9). [SHNet/Ist]

“Tema tahun ini adalah Seni Menyatukan Keberagaman, dengan tujuan berupaya membina dan meningkatkan kreativitas seni dan budaya, menguatkan pendidikan karakter siswa, mengembangkan jiwa kompetitif siswa, berwawasan global, dan mengasah kepekaan siswa untuk menghargai seni serta mempererat kesatuan dan persatuan,” ujar Sulpakar.

Terdapat dua jenis perlombaan pada jenjang pendidikan menengah, yaitu seni pertunjukan yang melibatkan aksi individu atau kelompok, dan penciptaan karya seni melalui media yang bersifat nyata dan dapat dinikmati panca indra.

Seleksi Ketat dan Berjenjang
Para pemenang FLS2N akan mendapatkan hadiah berupa piagam penghargaan. Seluruh peserta juga akan mendapatkan piagam penghargaan, biaya pembinaan prestasi untuk juara 1 sampai dengan 3, piala untuk juara 1 sampai dengan 3, dan piala bergilir untuk provinsi yang meraih juara umum.

Pemenang pertama mendapatkan penghargaan medali emas, piagam penghargaan, dan tabungan sebesar Rp7.000.000. Pemenang kedua memperoleh penghargaan medali perak, piagam penghargaan, dan tabungan sebesar Rp 6.000.000. Pemenang ketiga mendapatkan penghargaan medali perunggu, piagam penghargaan, dan tabungan sebesar Rp 5.000.000.

Para peserta FLS2N tingkat nasional telah melalui seleksi yang ketat dan berjenjang. Mereka adalah para juara tingkat provinsi. (whm/sp)