Desa Banyu Biru Labuan Pandeglang Mulai Dilirik Wisman

Desa Banyu Biru Labuan Pandeglang Mulai Dilirik Wisman

Desa wisata Banyu Biru Labuan , Pandeglang memiliki sungai yang menyerupai air terjun. (Dok.banyubirubanten blogspot.com)

 

SHNet, Jakarta- Melepas penat dengan menikmati alam pedesaan, itu ide yang bagus. Terutama saat akhir pekan.

Sejak lama, wilayah Ubud, Bali menjadi incaran wisatawan baik wisatawan mancanegara (Wisman) maupun wisatawan nusantara (Wisnus) yang ingin menikmati alam pedesaan.

Saat ini, kalau kita ingin menikmati alam pedesaan, tak perlu jauh-jauh ke Bali. Di Pandeglang, Banten, ada salah satu desa yang mulai dilirik oleh wisman. Namanya, Desa Wisata Banyu Biru.

Lokasinya yang cukup terpencil, ternyata mengundang sejumlah turis mancanegara datang ke lokasi wisata ini.

Bahkan desa yang asri ini sempat viral di media sosial pada tahun 2014 lalu. Pada tahun itu, desa ini diliput oleh media asing dari Belanda, Jerman, Perancis dan Irlandia.

Wisatawan yang datang ke sana akan disungguhkan pemandangan alam pedesaan yang menyejukan jiwa. Banyak tanaman padi, air terjun hingga hutan yang masih asri. Pengunjung bisa menjelajah menyeberangi sungai dengan sampan, menanam padi, membajak sawah, sambil memandang asrinya suasanya desa.

Kegiatan yang paling menarik ialah bermain air terjun, dan menginap dengan suasana desa di rumah warga sekitar. Tak cukup sampai disitu, wisatawan bisa ikut membuat emping khas Banten karena Desa Banyu Biru ini juga merupakan kampung sentra produksi emping.

Banyu Biru memiliki Sungai Bantar Panjang yang melintasinya. Konon, pada era VOC, sungai ini menjadi sarana mengangkut hasil bumi berupa lada, coklat , kopi dan sebagainya. Saat ini, sungai ini masih dimanfaatkan untuk permainan air. Arusnya yang sedikit deras memang kerap digunakan untuk river tubing.

Selain sungai, desa ini juga memiliki hutan. Namanya Lawang Selambur. Hutan ini juga adalah sebuah labolatorium alam dimana banyak tumbuh dan di tanam tanaman langka yang keberadaannya sudah jarang ditemui seperti Juwet atau Jamblang,Si hitam manis Buni atau Huni ,Jatake atau Gandaria ,Salam dan tanaman kayu lainnya.

Untuk bertandang ke sana, ada dua rute yang bisa wisatawan pilih, yaitu bisa dari arah Pandeglang (via Mandalawangi) dan juga bisa dari arah pantai Anyer-Carita, yang berpatokan dengan tugu Labuan, jaraknya sekitar 3 km dari Coconut Island Carita.

Berkunjung ke Desa Banyu Biru Pandeglang nggak bikin kantong jebol. Pengunjung yang datang hanya mengeluarkan uang sejumlah Rp 10 ribu per orang untuk tiket masuknya, serta Rp 100.000 per malam dan paket tracking yang dapat wisatawan nikmati. (Stevani Elisabeth)