Bedah Buku ‘Menerawang Indonesia’Dibutuhkan Waktu Dua Tahun

Bedah Buku ‘Menerawang Indonesia’Dibutuhkan Waktu Dua Tahun

SHNet, Jakarta –  Bertempat di  Auditorium PTIK,  Jalan Tirtayasa Blok M, Kebayoran Baru,  Jakarta Selatan, Dorodjatun Kuncoro Djakti  didepan puluhan Perwira Menengah Polri dan TNI melakukan   bedah buku yang berjudul “Menerawang Indonesia” Pada Dasawarsa Ketiga Abad ke-21 yang ditulis oleh dirinya.

Tampak hadir sebagai moderator bedah buku “Menerawang Indonesia” diantaranya adalah  Prof Yudi Latif,  Ph. d (ahli Konsepsi Kebangsaan), Muradi Ph. d (ahli Kebijakan Keamanan dan Pertahanan)  serta  Prof Dr. P Wirutomo (ahli Sosiologi Indonesia).

Dalam diskusi tersebut mantan Menteri Perekonomian era Megawati Soekarno Putri ini mengingatkan pemerintah Indonesia dan semua pihak untuk mewaspadai posisi geografis Indonesia yang sangat terbuka daro segi segala macam ancaman dan resiko.

” Untuk kita ketahui,  bahwa Indonesia ini sangat terbuka sekali dari segi lalulintas darat,  laut dan udara.  Yang semakin lama,  akan semakin sibuk dengan penduduk dunia yang hampir 7 miliar jiwa, ” katanya di depan  puluhan Perwira Menengah  Polri dan TNI yang tengah  mengikuti  Sespimti Polri, Kamis (19/9/2019).

Pun dikatakannya,  Indonesia memang negara yang terbuka sekali dan dikepung Samudra Pasifik rengking satu  yang luas di Indonesia. Sedangkan di rengking ketiga,  Samudra Hindia yang kurang lebih dilalui 100 ribu kapal dagang setiap tahun.

Krmbali dijelaskannya,  Indonesia terbuka sekali di lalulintas darat, laut yang semakin lama semakin sibuk.  Jumlah penduduk dunia  7 miliar jiwa. Dan nanti,  sekian tahun 2045 akan bertambah menjadi 9 miliar,  dan lalulintas Indonesia akan kewalahan mengaturnya.

” Jadi,  kalau mengatur terjadi komplik di laut China Selatan, untuk menjaga kemungkina  menjaga kecelakaan nuklir,  tabrakan yang Membaw minyak mentah. Indonesia memang negara yang terbuma  sekali,  nami dikepung Samudra Hindia yang tersibuk laut China Selatan, ” paparnya lagi.

Menurut Pakar Ekonomi ini,  dibutuhkan waktu selama dua tahun untuk membuat buku ini, dimana diprakarsai olehsekelompok anak muda untuk menerbitkan buku ini.

” Saya sangat berterima kasih kepada Sespimti atas terbitnya buku ini, dimana buku ini diprakarsai oleh anak mida dengan semuanya di tanggung biayanya.  Intinya,  buku ini adalah sejarah yang di prakarsaianak muda dan saya membutihkan waktu dua tahun lamanya untuk menyelesaikannya,” jelasnya lagi.  (maya)