Ada yang Beda di Hari Batik Nasional 2019

Ada yang Beda di Hari Batik Nasional 2019

SHNet, Jakarta- Memperingati Hari Ulang Tahun ke-25, Yayasan Batik Indonesia merayakan Hari Batik Nasional 2019.

Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia Jultin Ginandjar Kartasasmita mengatakan, dalam kurun waktu 25 tahun, Yayasan Batik Indonesia melakukan berbagai kegiatan seperti pameran-pameran, pelatihan-pelatihan dan perlombaan-perlombaan tentang batik. Tujuannya, untuk melestarikan batik Indonesia agar dicintai khusus di kalangan anak-anak muda.

“Batik yang semula tidak populer, kini sudah populer khususnya di kalangan generasi muda. Batik bisa digunakan di segala kesempatan, baik untuk pesta maupun santai,” ujar Jultin dalam jumpa pers rangkaian Hari Batik Nasional 2019, di Jakarta, Selasa (17/9).

Ia menjelaskan, peringatan Hari Batik Nasional tahun ini akan diselanggarakan di Jakarta dan Solo.

Ketua Panitia Hari Batik Nasional 2019 Diana Santoso menambahkan, tema yang diusung “Membatik untuk Negeri”.

Menurutnya, ada yang beda dari peringatan Hari Batik Nasional 2019 dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Yayasan Batik Indonesia akan menyelenggarakan Hari Batik Nasional di Jakarta, tepatnya di Kementerian Perindustrian pada 24 -27 September 2019. Di Jakarta, laki juga akan meluncurkan website yayasan batik Indonesia. Selain itu, akan ada fashion show yang diikuti oleh 15 ibu duta besar. Mereka akan mengenakan batik koleksi desainer-desainer Indonesia,” ungkap Diana.

Di Jakarta juga akan ada pameran batik yang diikuti oleh 43 pengrajin batik. Pameran diadakan di Plaza Perindustrian.

“Puncak acara akan berlangsung di Solo tepatnya di Keraton Mangkunegara yang rencananya akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo,” lanjutnya.

Diana menjelaskan, dipilihnya Solo karena daerah ini merupakan salah satu kota batik di Indonesia. Sebanyak 500 orang akan diajak membatik bersama Presiden dan Ibu Negara.

“Batik Indonesia adalah proses batik yang dipresentasikan dicap dan ditulis. Proses ini sudah diakui UNESCO,” kata Diana.

Yayasan Batik Indonesia juga akan memberikan penghargaan kepada sekolah-sekolah yang mengajarkan pendidikan membatik kepada murid-muridnya.

Sementara itu, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengatakan, Hari Batik Nasional digandeng dengan BEKRAF Festival akan berlangsung di Solo, sehingga menjadi event yang meriah.

“Kita ingin buat program batik untuk dipromosikan dengan baik dan sesuai dengan pasar yang dituju. Sehingga batik Indonesia bisa diterima secara internasional,” ujar Triawan. (Stevani Elisabeth)