1,7 Juta Komputer Tablet untuk Digitalisasi Sekolah

1,7 Juta Komputer Tablet untuk Digitalisasi Sekolah

Mendikbud Muhadjir Effendy menerima kunjungan Wakil Presiden PT Samsung Elektronic Indonesia, Kang Hyun Lee, di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9). [SHNet/Ist]

SHNet, Jakarta – Sebanyak 36.000 sekolah di seluruh Indonesia, khususnya sekolah-sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) akan mendapatkan komputer tablet. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyampaikan bahwa pemberian fasilitas komputer tablet kepada para siswa di daerah 3T tersebut untuk mendorong pengembangan digitalisasi sekolah, untuk afirmasi daerah pinggiran.

“Dengan demikian para peserta didik dan tenaga pendidik di wilayah tersebut dapat mengikuti perkembangan zaman melalui teknologi informasi,” demikian keterangan Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud, terkait kunjungan Wakil Presiden PT Samsung Elektronic Indonesia, Kang Hyun Lee, di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9).

“Pada bulan ini, Kemendikbud akan meresmikan digitalisasi sekolah dengan memberikan sekitar 1,7 juta komputer tablet kepada 36.000 sekolah di seluruh Indonesia, khususnya sekolah-sekolah di daerah 3T untuk afirmasi daerah pinggiran. Pada tahun berikutnya, mungkin tahun depan jumlah ini akan ditingkatkan lagi,” kata Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, usai mendampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, menerima kunjungan Kang Hyun Lee, di kantor Kemendikbud tersebut.

Selain membicarakan tentang dukungan PT Samsung Elektronic Indonesia terhadap program digitalisasi sekolah, pertemuan juga membicarakan mengenai peningkatan kemampuan teknologi peserta didik dan tenaga pendidikan, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kerja sama tersebut merupakan realisasi program pemerintah untuk merevitalisasi SMK. Kolaborasi ini akan mendorong para siswa dan guru agar tidak tertinggal oleh perkembangan kebutuhan dunia industri.

Wakil Presiden PT Samsung Elektronic Indonesia, Kang Hyun Lee, di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9). [SHNet/Ist]

Samsung sebagai “Teaching Factory”
“Kerja sama ini merupakan salah satu dari realisasi program pemerintah dalam rangka merevitalisasi sekolah, terutama SMK. Karena kita ingin anak-anak kita ini harus ‘update’ dengan dunia industri. Jadi, satu, tentang penyelarasan kurikulum, kedua tentang pelatihan untuk guru dan tenaga kependidikan, kemudian ketiga tentu tentang siswa,” ujar Sesjen Didik.

Implementasi kerja sama ini, kata Sesjen Didik, berupa pelaksanaan praktik kerja lapangan bagi para siswa.

“Nantinya melalui kerja sama ini akan ada sistem pemagangan. Jadi, harapannya ke depan Samsung bisa menjadi ‘teaching factory’ bagi anak-anak kita, sehingga anak-anak kita dapat pelatihan dan juga pada saatnya nanti mungkin sebagian dari mereka bisa berkerja di Samsung,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Presiden PT Samsung Elektronic Indonesia, Kang Hyun Lee, mengatakan, program pemagangan telah berlangsung sejak dua tahun lalu. Menurutnya, jumlah guru yang akan mempelajari kemampuan penggunaan gawai akan ditambahkan pada program pemagangan di Samsung Indonesia. Sehingga, kemampuan ini dapat diajarkan lebih baik lagi kepada para siswa di sekolah.

“Kami akan terus menambah lagi guru-guru Indonesia untuk mempelajari ‘skill’ yang bisa mengatur gadget dan juga memastikan betul mereka memang mengajar ke anak-anak didiknya,” pungkas Sesjen Didik. (whm/sp)