Tertatih Menuju Ibukota ‘People Halong Crew-Ambon’ Harumkan Nama Daerah

Tertatih Menuju Ibukota ‘People Halong Crew-Ambon’ Harumkan Nama Daerah

BANGGA - Grup tari asal Ambon, Maluku, 'People Halong Crew' bangga bisa mengharumkan nama daerah di pentas international meski berjuang sendiri. (SHNet/Nonnie Rering)

SHNet, JAKARTA – Menuju Jakarta sebagai salah satu peserta pada Ajang dance international bertajuk ‘Hip Hop International Dance Championship Indonesia 2019’ di Arena Baskethall, Senayan, Jakarta, akhir bulan lalu, Tim ‘People Halong Crew’ dari Ambon justru meraih hasil spektakuler, runner up.

Sungguh hasil yang diluar dugaan mengingat perjuangan berat mereka untuk bisa sampai di Jakarta guna mengangkat nama daerah yang mereka cintai, Ambon, Maluku. Sejak Mei, ‘People Halong Crew’ yang beranggotakan: Gilbert Rehatta (23 tahun), Petra Pattiasina (23), Glenn Ohman (24), Guidho Wattimena (22), Benedict Tahapary (20), Juanito Latuputty (16), dan Bryan Manuhuttu (21), dengan manager Valerio Tahapary bersama istrinya, Anne Tanamal, sudah mempersiapkan anak-anak untuk tampil di Baskethall Senayan, setelah mendaftar di ajang dance internasional yang baru pertama kalinya diadakan di Indonesia ini.

Saat mendaftar, mereka harus membayar uang pendaftaran per orang Rp. 350.000,- dan total untuk 7 orang yang tergabung di tim ini harus membayar Rp. 2.450.000. Tertatih karena uang pendaftaran dan tiket pulang pergi Ambon-Jakarta-Ambon, alhasil mereka menggelar bazar, menjual ayam panggang untuk mengumpulkan dana keberangkatan. Jadi, di sela-sela latihan persiapan, mereka juga harus menyisihkan waktu berjualan di bazar yang mereka gelar sendiri.

Pasalnya, tak ada bantuan sama sekali dari Pemerintah daerah. Menurut Anne Tanamal yang mendampingi tim menuju Jakarta, beberapa proposal sudah sempat diberikan kepada beberapa pejabat terkait di Ambon, termasuk Wakil Gubernur, Barnabas Orno.

“Tapi proposal kami tak direspons. Tak tahu juga, apa proposal tak sampai atau apa sebabnya, yang pasti kami tak digubris. Bahkan ada salah satu pejabat yang sempat minta no rekening bank untuk sekadar memberikan bantuan uang saku, tapi hanya sekadar Janji dan sampai hari-h tak pernah ditepati. Ya sudah, kami usaha sendiri dengan menggelar bazar. Sayang, dana tak mencukupi untuk naik pesawat karena tiket pesawat mahal sekali dan kami putuskan naik kapal laut. Perjalanan empat malam, lima harı di laut, kami akhirnya bisa tiba di Jakarta,” cerita Anne kepada SHNet, Kamis (15/8).

Tiba di Jakarta pun mereka pusing memikirkan tempat tinggal. Beruntung, kareografer andal asal Maluku, Ongen Pentury yang pernah menjadi juri di ajang dance yang mereka juarai di Ambon, bersedia membantu dengan memberikan kamar apartementnya yang mungil untuk mereka tempati selama kurang lebih dua pekan.

‘People Halong Crew’ merasa bangga, Haru dan gembira saat dinobatkan sebagai runner up di ajang Hip Hop Dance Championship 2019 di Baskethall, Senayan, Jakarta. (Dok/PHC)

“Saya tahu benar skill mereka dan saya optimistis sekali mereka akan mengharumkan nama daerah, Ambon-Maluku meski tujuh juri tak satu pun orang Indonesia. Ketujuh juri itu dari Amerika Serikat, Thailand, Australia, Jepang, dan China,” tutur Ongen. Begitu minimnya dana membuat para pemuda asal Ambon ini sehari-harinya hanya bisa makan indomie. Tapi, justru kekurangan itu yang membuat mereka bersemangat untuk meraih hasil terbaik.

Ongen juga membantu dengan membawa mereka berlatih setiap hari ke salah satu tempat kenalannya yang bisa dipakai latihan di Bogor, Jawa Barat. Tak sia-sia perjuangan mereka ketika hari yang ditunggu-tunggu datang. Tampil di Baskethall Senayan dalam dua sesi, anak-anak ini mampu memberikan yang terbaik hingga meraih posisi runner up. Luar biasa. Mereka pun bersorak menyambut hasil positif itu, posisi kedua dari 19 tim peserta.

Bangga dan bahagia jelas itu yang dirasakan seluruh anggota ‘People Halong Crew’ asal Ambon ini saat mendengar nama mereka disebut sebagai peraih runner up oleh juri dan juga nama asal mereka, Ambon, Maluku terus didengung-dengungkan sehingga tepuk-tangan dan sorak-sorai pun bergemuruh.

“Paling berkesan karena transportasi anak-anak datang ke Jakarta dengan kapal laut malah dijadikan kuis oleh MC dengan hadiah iPhone 6. Pertanyaannya ketika itu, berapa hari perjalanan peraih runner up ‘Halong Dance Crew’ dari Ambon untuk bisa sampai ke Jakarta dengan kapal laut. Salah satu penonton menjawab dengan benar, 5 hari 4 malam dan langsung meraih hadiah iPhone. Itu benar-benar berkesan buat anak-anak karena MC justru memuji semangat juang mereka,” cerita Ongen Pentury haru.

Kegembiraan berlanjut karena keluar dari panggung Hip Hop usai meraih gelar runner up, ada seorang bapak tak dikenal yang mentraktir mereka makan rame-rame seolah-olah merayakan sukses mereka, sehingga terhindarlah mereka kembali makan indomi. “Itu semua bagian dari mujizat Tuhan kepada anak-anak, meski usai itu, kembali ke apartement mungil harus makan indomi lagi.

Meski pulang ke Ambon dengan menumpang kapal laut lagi, anak-anak ‘People Halong Crew’ ini tetap bahagia karena sukses meraih runner up sehingga nama daerah mereka, Ambon, Maluku terus disebut-sebut panitia dan juri di depan ratusan penonton di Baskethall Senayan. Dan, tentu saja kesempatan untuk tampil di ajang international semakin terbuka. (Nonnie Rering)