Pentingnya Peran Masyarakat dalam Penanganan Konflik Sosial

Pentingnya Peran Masyarakat dalam Penanganan Konflik Sosial

Pemantapan pelopr perdamaian di daerah. (Dok.gorontaloprov.go.id)

SHNet, Jakarta- Berbagai konflik sosial yang terjadi di sejumlah daerah beberapa dekade terakhir tidak menyurutkan tekad pemerintah dan masyarakat untuk menjaga perdamaian. Pemerintah pusat, daerah dan masyarakat saling memperkuat.

Kasubdit Pencegahan, Keserasian Sosial dan Kearifan Lokal Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Helmi DT.R Mulya mengatakan, terdapat sejumlah pertimbangan pentingnya peran masyarakat dalam penanganan konflik sosial antara lain, sumber daya pemerintah sangat terbatas sehingga masalah tidak akan dapat terselesaikan hanya mengandalkan kemampuan pemerintah, dampak konflik sosial kian besar dan meluas yang tidak diimbangi dengan sumber-sumber pembiayaan atau pembelanjaan yang disediakan oleh pemerintah daerah.

“Masyarakat memiliki potensi dan sumber daya sangat besar dalam mendukung penanganan konflik sosial jika dimobilisasi dan di optimalkan perannya,” ujarnya.

Helmi juga sempat menjadi pembicara dalam pemantapan pelopor perdamaian, di Gorontalo beberapa waktu yang lalu.

Menurutnya, pemantapan pelopor perdamaian daerah ini adalah melatih para relawan sosial di bidang perdamaian sosial untuk menjalankan fungsinya sebagai pencegah konflik, pendukung penghentian konflik dan pemulih konflik sosial.

“Peran pelopor perdamaian ini menciptakan suasana damai di lingkungan masyarakat secara berkelanjutan. Tujuan pemantapan pelopor ini adalah tersedianya relawan perdamaian daerah yang terlatih. Juga meningkatkan peran masyarakat dalam penanganan konflik sosial,” kata Risjon Kujiman Sunge, Kepala Dinas Sosial PP dan PA Provinsi Gorontalo.

Ia menambahkan, perdamaian sosial adalah salah satu cita –cita dan impian warga indonesia. Hidup berdampingan secara damai berdasarkan persaudaraan sejati, toleransi, saling menghormati dan menghargai, dan tidak diskriminatif adalah harapan setiap orang. (Stevani Elisabeth)