Gerabah Miring dari Desa Melikan Yang Terkenal

Gerabah Miring dari Desa Melikan Yang Terkenal

SHNet, Jakarta – Berwisata tak melulu mengunjungi tempat yang memiliki pemandangan yang mempesona. Berwisata juga bisa mengunjungi tempat-tempat yang bisa menambah pengetahuan dan pengalaman kita.

Jika Jogja punya Desa Kasongan sebagai tempat pengrajin gerabah, maka Klaten punya Desa Melikan sebagai saingannya.

Mata pencaharian utama penduduk disini adalah pengrajin Gerabah. Sehingga Desa Melikan ini dikenal sebagai pengrajin gerabah dengan teknik putaran miring yang diklaim merupakan satu-satunya di dunia.

Tidak seperti pembuatan gerabah biasanya, dalam pembuatan gerabah di desa ini menggunakan teknik miring.

Penggunaan teknik ini mengandung makna filosofis yang sangat dalam, karena pengrajinya yang kebanyakan perempuan sangat menjaga adat budaya ketimuran dengan tidak membuka kedua pahanya.

Pembuatan keramik dengan teknik putaran miring ini konon telah dikerjakan sejak 300 tahun silam dengan teknologi yang sangat sederhana.

Teknik yang tidak biasa inilah yang membuat seorang profesor  berasal dari Negara Jepang tertarik dan membantu membuatkan Laboratorium Keramik.

Di labotorium ini pengunjung bisa mencoba teknik putaran miring dan mempraktikkan pembuatan gerabah hingga jadi. Biaya untuk bisa praktik Rp10.00-Rp12.000 per orang.

Pengelola telah menyiapkan alat beserta tim pengajar. Anda juga bisa membawa pulang gerabah buatan anda sendiri sebagai suvenir.

 Tak hanya bisa belajar gerabah saja,  pengunjung juga bisa melihat aktifitas warga memproses gerabah mulai dari penyiapan tanah liat, gerabah mentah, penjemuran, hingga pada proses pembakaran dan finising.

Selain melihat berbagai aktivitas membuat gerabah, anda juga bisa melakukan banyak aktivitas lainnya disini.  Lahan–lahan luas dapat dipergunakan untuk lokasi camping, tracking dan outbond.

Ada juga sajian wisata lain yaitu kesenian tradisional, home industry makanan ringan, perikanan, kolam pemancingan, homestay hingga objek wisata di sekitar Desa Melikan, yakni Goa Maria, Makam Sunan Pandanaran, dan Rawa Jombor yang letaknya sangat berdekatan. (Maya)