Desa Suranadi Melalui Inovasi Desa Memperkecil Buta Huruf

Desa Suranadi Melalui Inovasi Desa Memperkecil Buta Huruf

SHNet, Jakarta – Didepan para penguji, Kepala Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Labupaten Lombok Barat, I Nyoman Adiwisana S Fil mengatakan, bahwa kini di desanya sudah menurun jumlah angka buta hurif dibandingkan pada tahun 2017.

Membaiknya tingkat pendidikan ini sanga dipengaruhi oleh kesadaran dari masyarakat terhadap pentingnya akan pendidikan.

Tidak itu saja, namun di desa Siranadi ini kini masyarakatnya sudah hidup yang lebih baik ini semua berkat adanya industri rumah tangga, jasa serta pertania dan perkebunan, peternakan dan tentunya perikanan.

” Tingkat perkembangan ekonomi, berkat potensi unggulan lahan perkebunan hingga mata pencarian yang utama adalah berkembangnya pengelolaan hasil kebun dan pertanian yang diolah menjadi dodol nangka serta keripik nangka, ” kata Kepala Desa Suranadi di depan para penguji dalam perlombaan desa dan camat ditinggal regional tahun 2019 di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Pin diketahui desa Suranadi menjimpan alam yang begitu indahnya, dan kini menjadi desawisata. Untuk itu, tidak ada lagi masyarakat di desa Suranadi banyak pengangguran. Tahun 2017salah satu warga mendirikan taman permaindian yang sangat dikenal yaitu taman permandian Mahoni.

” Karena banyaknya kuliner, banyak warga negara asing yang datang untuk mencicipi hasil olahan tangan warga desa. Tidak itu saja, untuk menjadi dikenal desa kami melakukan pengebangan wisata dengan menampilkan kesenian lokal dan upacara adat lokal di desa kami, ” papar Kelapa Desa Suranadi, I Nyoman Adwisana.

Menurur Akademis Univ Gajah Mada, Profesor Lutfhi mengatakan, bisakah modal sosial ini untuk bisa di jadikan unit usaha untuk desa itu sendiri.

Sedangkan menurut Akademis dari IPB, Profesor Parulian Hutagaol dalam hal ini meberikan masukan agar para ibu-ibu sering melakukan selfie untuk memperlihatkan desanua kepeda masyarakat luas khususnya dari luar negeri. (maya)