Desa Candinata-Purbalingga, Ahlinya Penata Lidi

Desa Candinata-Purbalingga, Ahlinya Penata Lidi

SHNet, PURBALINGGA – Desa Candinata, Kecamatan Kutasari, Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng). Desa ini adalah penghasil lidi dengan beragam kerajinannya. Dari desa yang letaknya sekitar setengah jam dari Kota Purbalingga ini, lidi tak hanya dijadikan sapu lidi.

Lidi dianyam sedemikian rupa disesuaikan dengan kebutuhuan, misalnya menjadi piring, tempat menyimpan tissue di meja makan, wadah menyimpan buah, keranjang pakaian, tas, mebel, atau menjadi hiasan dan pajangan di ruang tamu rumah. Kerajinan anyaman lidi ini ternyata mendapat sambutan luas di masyarakat. Pasarannya sangat menarik. Bahkan hingga pasar luar negeri.

Harga lidi pun tak lagi sekedar uang receh. Sudah menjadi meta pencaharian warga desa Candanita, pengusaha atau setidaknya pengrajin lidi. Warga Desa Candinata memang orang yang suka dengan keteraturan. Konon, nama Desa Candinata berasal dari kata “candi” dan “tata”. Jadi Candinata adalah candi yang ditata. Namun, di desa itu sendiri tidak ada candi dari peninggalan bersejarah. Hanya terdapat Gua Genteng di Dusun Karang Jengkol.

Desa Candinata, berada di dataran tinggi. Udaranya sejuk, cenderung dingin di musim kemarau. Cuaca dingin ini terutama dampak dari hembusan hawa dingin Gunung Slamet. Pohon nira tumbuh dengan subur. Nah, pohon nira inilah yang bahan dasar pembuatan lidi di Desa Candinata.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermasdes) Pemerintah Kabupaten Purbalingga, pernah menggelar pelatihan pembuatan piring lidi beberapa waktu lalu dan warga Desa Candinata terlibat aktif di dalam program itu. Dengan kecenderungan masyarakat luas yang ingin “kembali ke alam” dan kampanye kelesetarian lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastic, kerajinan lidi diyakini akan memiliki pangsa pasar yang sangat besar ke depan.

Lagipula, membuat kerajinan dari lidi tidak terlalu merepotkan. Bisa sambil santai di pendapa rumah. Bahan bakunya pun mudah di dapatkan. Pohon nira bisa tumbuh dengan baik, di antara tanaman-tanaman lain. Dari pohon nira, tak hanya lidi yang dimanfaatkan, tetapi juga ijuk, kolang-kaling, dan airnya disadap untuk menjadi bahan baku pembuatan gula merah. Desa Candinata adalah juga penghasil gula aren di Purbalingga.

Pembuatan piring lidi kini makin popular. Banyak rumah makan yang memilih menggunakan piring lidi dibandingkan piring plastic apalagi kaca. Selain enteng, juga murah dan tidak repot untuk dicuci. Hanya memerlukan kertas/pembungkus nasi untuk menutup diatasnya sebelum menghidangkan sesuatu.

Nah, tidak lengkap rasanya jika Anda berkunjung ke Purbalingga tanpa membawa pulang oleh-oleh berupa hasil kerajinan lidi warga Desa Candinata. Bisa saja Anda membeli produk kerajinan lidi di pasar di manapun, tetapi sensasinya berbeda jika langsung dari tempat asal-usulnya yang punya kerajinan. (ino)