Cuaca Dingin Menjelang Pagi Hari di Bulan Agustus Hingga September

Cuaca Dingin Menjelang Pagi Hari di Bulan Agustus Hingga September

SHNet, Jakarta – Sudah berapa hari ini, udara pagi dirasakan sangat dingin sekali. Udara dingin jelang pagi, dirasakan oleh masyarakat di daerah Jawa.  Menurut Kepala Subbidang Prediksi Cuaca BMKG, Agie Wandala Putra, suhu dingin ini akan berlanjut hingga September.

Hal ini pun menimbulkan berbagai pertanyaan, termasuk bagaimana menjaga kesehatan tubuh agar tidak jatuh sakit?

Salah satu jenis penyakit yang paling sering diasosiasikan dengan cuaca dingin adalahpilek atau yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai common cold.

Dilansir dari Medical News Today, meskipun cuaca tidak secara langsung menyebabkan sakit pilek, suhu dingin membuat rhinovirus penyebab pilek lebih mudah menyebar.

Buktinya, studi yang dipublikasikan dalam jurnal Viruses pada 2016 menemukan bahwa penurunan suhu dan kelembapan selama tiga hari berturut-turut bisa meningkatkan risiko infeksi rhinovirus.

Lalu, studi terhadap tikus belanda yang dipublikasikan dalam Journal of Virology pada 2014 juga menemukan bahwa virus influenza paling mudah menular pada suhu lima derajat celcius.

Di Pulau Jawa, memang jarang ada daerah yang bisa mencapai suhu lima derajat celcius, tetapi jangan lupa kalau suhu yang lebih dingin dari biasanya juga bisa menganggu sistem respons imunitas tubuh sehingga kita menjadi lebih mudah terserang penyakit.

Pasalnya, menghirup udara dingin dan kering membuat pembuluh darah di saluran pernapasan atas menyempit untuk mempertahankan panas. Hal ini mungkin membuat sel darah putih lebih sulit mencapai membran mukosa untuk melawat virus.

Selain itu, kita juga cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan ketika suhu dingin. Akibatnya, kita lebih berisiko kekurangan vitamin D yang penting bagi imunitas tubuh, sementara virus menjadi lebih mudah menyebar karena jarak antara satu orang ke orang lainnya lebih pendek dari biasanya.

Cara mencegah pilek

Untuk mencegah terinfeksi pilek, maka hal yang harus dilakukan adalah menjaga kekebalan tubuh tetap optimal dan mengurangi paparan virus.

Makanlah makanan yang tinggi vitamin D, seperti ikan yang berlemak, jamur dan telur, untuk mencukupi kebutuhan vitamin D. Lalu, pastikan juga Anda mendapatkan tidur dan asupan air yang cukup. Setidaknya, minum dua liter sehari agar tidak dehidrasi meskipun suhu dingin membuat Anda lebih jarang haus.

Cuci tangan secara reguler, terutama sebelum makan dan setelah ke toilet, untuk mengurangi paparan rhinovirus; dan hindari berbagi makanan, minuman atau peralatan makan dengan orang-orang yang diketahui sudah terkena pilek atau flu.

Jika Anda sudah terlanjur terserang virus flu, pastikan untuk selalu bersin menggunakan tisu bersih. Apabila tidak ada tisu bersih yang tersedia, bersinlah ke arah siku dan bukan tangan untuk mengurangi kemungkinan virus menyebar melalui kontak tangan Anda.Dapatkan hadiah utama Smartphon. (maya)