Batik Sawah Dari Desa Pematang Johar Sudah di Gunakan Sebagai Seragam

Batik Sawah Dari Desa Pematang Johar Sudah di Gunakan Sebagai Seragam

SHNet, Jakarta – Desa ini kini telah menghasilkan batik yang mereka sebut batik Sawah dan Mangrove, dari hasil membatik masyarakat desa Pematang Johar yang berada di Provinsi Sumatera Utara ini.Kain batik hasil karya masyarakat desanya sudah sebagian dipakai para para pekerja di setiap hari Jumat untuk dijadikan seragam

Hasil membatik ini mulai dilakukan oleh sebagian masyarakat desa Pematang Johar beberapa tahun ini.

“Ini adalah hal yang sangat mengembirakan bagi warga kami, dari hasil mulai belajar membatik dan kini sudah dapat kami gunakan untuk dijadikan seragam. Tentu hal yang mengembirakan bagi kami, ” ujar Sudarman, Kepala Desa Pematang Johar kepada SHNet di Jakarta.

Batik dengan motif Sawah dan Mangrove ini, kembali dikatakan Sudarman sudah sesuai dengan iklim desanya dan ini menjadi kebanggan yang tidak ternilai. Melalui kain batik ini, Sudarman berharap desanya akan terkenal seperti desa di daerah Jawa yang terkenal dengan batiknya.

Selain di gunakan di beberapa instansi yang ada di desanya, batik ini nantinya juga akan digunakan sebagai seragam sekolah yang betada di desa yang ia pimpinnya itu.

” Kami tengah mengajukan, agar batik hasil dari desa kami ini, dapat dijadikan seragam sekolah di desa kami ini. Jadi, kami banggakan dari hasil karya para pembatik ini dapat digunakan seragam. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, semua sekolah di desa kami sudah gunakan seragam batik hasil desa sendiri, ” paparnya lagi.

Tidak hanya kain batik yang menjadi kebangaan desa Pematang Johar, namun juga hasil kerajinan tangan dari bahan kerang dan limbah. Dimana hasil kerajinan tangan tersebut selalu di pamerkan bila ada kegiatan di desa Pematang Johar atau ke desa tetangga.

“Dan hasil dari pameran itu akan masuk ke kas desa, yang nantinya dapat digunakan untuk keperluan desa. Pokoknya semua hasil kerajinanyang dibuat oleh warga kami, hasilnya akan masuk ke kas desa, ” ujar Kades Sudarman.

Dengan masuknya Desa Pematang Johar di lima besar lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Regional Tahun 2019 ini sudah menjadi kebangaan bagi seluruh warga desa. Untuk itu Sudarman berharap desanya dapat menjadi juara di lomba desa ini.

Pun diketahui, dari partisipasi masyarakat di desa Pematang Johar kembali dikatakan Sudarman, dalam kurun waktu dua tahun tepatnya di tahun 2017 – 2018 sangatlah cukup tinggi. Hingga ini dibuktikan melalui data rekapitulasi swadaya murni masyarakat dapat menghasilkan atau dapat membeli tiga unit kendaraan.

Satu unit kendaraan untuk mobil patroli, satu unit digunakan untuk mobil Ambulan dan satu unit lagi digunakan untuk mobil penganggut sampah.

” Jadi kami memiliki call center, yang gunanya adalah untuk melayani pengaduan atau adanya laporan dari warga. Call center ini sendiri dibuka di setiap dusun, sehingga masyarakat dapat berurusan melalui nomor telepon khusus yang tertera di depan rumah masing-masing Kepala Dusun. Jadi mobil patroli yang kami beri nama Siaga itu dapat segera meluncur bila ada yang membutuhkan pengaduan dari warga bisa cepat, ” katanya menambahkan.

Seperti diketahui, potensi unggulan dan yang menjadi salah satu sumber mata pencarian terbesar di desa Pematang Johar adalah persawahan. Dari total wilayah desa 2.217,84 Ha terdapat lahan persawahan seluas 1.750 Ha. Gabah kering panen yang dihasilkan bisa mencapai 7,5 – 8 ton bila memasuki masa panen.

Tidak itu saja, desa ini juga menghasilkan sektor pertanian seperti peternakan, kerajinan rumah tangga dan juga jasa lainnya sebagainya juga menjadi sumber perekonomian masyarakat di desa.

Sedangkan masalah pendidikan, kembali dikatakan Sudarman, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan relatif cukup tinggi yang ditandai dengan tingginya angka partisipasi masyarakat dalam mengikuti pendidikan baik di tingkat PAUD, SD, SLTP SMA serta jenjang pendidikan Perguruan Tinggi.

” Khusus bagi yang kurang mampu, anak-anaknya tetap dapat bersekolah secara gratis dari TK hingga SLTA. Ini semua berkat adanya dukungan Pemerintah Desa bekerjasama dengan salah satu Yayasan Pendidikan Yaspenas dan Al Khairat. Tidak itu saja, namun kami juga ada Paket A, B dan C secara gratis, ” paparnya. (maya)