Apartemen “High End” Perdana Hadir di Alam Sutera

Apartemen “High End” Perdana Hadir di Alam Sutera

SHNet, Tangerang– Apartemen high end perdana, The Lana milik pengembang terkemuka Brewine Mesa hadir di Alam Sutera, Tangerang.

Apartemen yang memiliki dua gedung yang menjulang setinggi 37 lantai ini ditargetkan serah terima di akhir 2020.

Direktur Utama PT Brewine Mesa Sutera Bill Cheng mengatakan, Brewine Mesa berkomitmen penuh untuk menghadirkan proyek apartemen yang dirancang dengan baik, berkualitas tinggi dengan spesifikasi dan material mewah, desain inovatif serta tata letak yang efisien namun fungsional.

“Sampai dengan hari ini, pembangunan kita sudah sampai level 2. Target kami pembangunan selesai sampai serah terima pada akhir 2020. Hingga sekarang ini sudah terjual 250 unit,” ujar Bill kepada wartawan, di Alam Sutera Tangerang, Kamis (15/8).

Tidak hanya desainnya yang mewah dengan material berkualitas tinggi, apartemen ini juga dirancang tahan gempa dan puting beliung.

“Kami sangat memperhatikan faktor kekuatan gedung untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi penghuninya. Kami desain apartemen ini lebih ramping, tahan gempa dan puting beliung,” ujar Davy Sukamta, Direktur Utama Davy Sukamta &Partners selaku Konsultan Struktural untuk The Lana.

Ia menambahkan, seluruh elemen struktur sudah dirancang mengikuti aturan SNI yang berlaku dengan mempertimbangkan segi kekuatan struktur gedung, segi pembangunan dan juga sejalan dengan konsep rancangan arsitektur.

Kedua menara didesain sedemikian rupa sehingga setiap kamar mendapatkan jendela agar penghuni bisa mendapatkan cahaya alami dan seluruh unit memperoleh pemandangan sebaik mungkin.

“Kami telah melakukan uji terowongan angin untuk memastikan penghuni di lantai paling atas tidak merasa pusing akibat goncangan bila terjadi gempa,” kata Davy.

Sementara itu, Direktur Utama PT China State Construction Overseas Development Shanghai (CSCODS) sebagai anak perusahaan dari China State Constuction Engineering Corporation (CSCEC) menjelaskan, The Lana dirancang menggunakan teknologi inovatif dengan mengaplikasikan bekisting aluminium yang lebih kuat dari kayu.

Ia menambahkan, material dari kayu akan lebih cepat habis dimakan waktu. “Dengan mengaplikasikan bekisting alumunium, dapat mempercepat pembangunan hingga 30% dibanding bahan konvensional. Selain itu, ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali untuk proyek lain,” ujarnya. (Stevani Elisabeth)