Sensasi Makan “Rujak Natsepa” di Pinggir Laut

Sensasi Makan “Rujak Natsepa” di Pinggir Laut

SHNet, AMBON – Salah satu menu makanan khas nusantara yang paling di cari masyarakat Indonesia adalah rujak. Ya, rujak di Indonesia memiliki berbagai macam cita rasa. Mulai dari rasa manis, pedas serta berbagai macam bahan dasar yang berbeda-beda di tiap daerah.

Orang sering mengatakan bahwa rujak itu saladnya orang Indonesia. Tak salah memang, selain memiliki cita rasa yang menggugah selera, rujak juga memiliki gizi yang tinggi dan diperlukan tubuh kita.

Rujak ternyata tidak hanya populer di pulau Jawa saja. Salah satu rujak yang perlu dicoba adalah Rujak Natsepa di Ambon, Maluku. Lalu, apa saja ciri khas Rujak Natsepa yang membedakan dengan rujak-rujak lain yang ada di nusantara?

Pertama, untuk menikmati Rujak Natsepa, Anda harus pergi ke pinggir pantai Natsepa di wilayah Salahutu yang jaraknya sekitar 18 – 20 km dari Kota Ambon. Perjalanan ke sana tidak akan terasa lama, jalanan yang halus, berkelok-kelok dan indahnya pemandangan pantai di sepanjang perjalanan akan terbayar saat kita tiba di wilayah pantai Natsepa.

Sesampainya di sana, kita akan menjumpai deretan kios-kios pedagang rujak yang tertata dengan rapi. Penataan yang dilakukan oleh pemerintah daerah setempat membuat tempat ini menjadi tempat wisata bagi masyarakat serta wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang datang ke Ambon.

Tak lama, saat kita datang ke tempat itu, para pedagang Rujak Natsepa pun menyambut kedatangan para tamu yang ingin merasakan rujak buah khas Ambon tersebut. Saat memesan Rujak Natsepa, jangan lupa memesan level kepedasan sambal rujaknya.

Mama Mei

Menurut salah seorang penjual Rujak Natsepa, Mama Mei, salah satu ciri khas rujak dari Ambon tersebut terletak pada sambalnya. Buah-buahan yang beraneka ragam dipadu dengan sambal yang khas tentunya dapat menambah selera makan bagi para penikmat rujak buah tersebut.

“Ciri khas Rujak Natsepa ada di bumbu sambalnya. Sambalnya ada garam, asam, kacang tanah dan gula merah dari Makassar. Sedangkan buahnya ada bermacam-macam ada timun, belimbing, nanas, pepaya, kedondong, jambu air serta ubi merah,” ujarnya.

Semua bumbu tersebut, imbuhnya, di “uleg” menjadi satu dan dicampur dengan buah yang sudah diserut dan di potong kecil-kecil. Para penjual biasanya menyajikan Rujak Natsepa di wadah mangkuk kecil dan dilengkapi dengan sendok kecil dan sebuah tusuk sate untuk mengambil buahnya.

Mama Mei mengaku bahwa dirinya telah berjualan sekitar 30 tahun di pinggir Pantai Natsepa. Banyaknya wisatawan yang datang dan membeli Rujak Natsepa secara tidak langsung juga meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.

“Untuk satu porsi Rujak Natsepa kami menjualnya sekitar Rp 15 ribu saja. Sedangkan untuk minuman kelapa muda sirup sekitar Rp 18 ribu,” katanya. Ada sensasi yang berbeda jika kita menikmati Rujak Natsepa. Kios-kios penjual Rujak Natsepa berada di pinggir laut sehingga para pembeli bisa menikmati rujak sekaligus melihat deburan ombak yang datang silih berganti dari tempat makan.

Salah seorang pembeli Rujak Natsepa bernama Mutiara mengaku dirinya sengaja datang bersama rombongan dari Jakarta untuk membeli rujak tersebut. Menurutnya, rasa khas Rujak Natsepa memang berbeda dengan rujak-rujak lain yang ada.

“(Rasanya) enak banget. Beda sama rujak yang ada di tempat lain,” katanya. Jika Anda ingin membawa pulang bumbu sambal Rujak Natsepa, para penjual di tempat ini juga siap untuk meracik sambal dan membungkusnya dengan plastik. Harganya sekitar Rp 70 ribu per satu bungkus kecil bumbu sambal Rujak Natsepa.

Apakah Anda juga ingin menikmati Rujak Natsepa? (Ristyan)