Petani Desa Pasir Tanjung Raih Keuntungan Tanam Lengkuas

Petani Desa Pasir Tanjung Raih Keuntungan Tanam Lengkuas

SHNet, Jakarta – Sejumlah petani lengkuas merah di Kabupaten Lebak, Banten, meraih keuntungan sekitar Rp3.000 per kilogram karena permintaan pasar cenderung meningkat.

 “Harga lengkuas merah sebelumnya Rp4.000,namun kini naik menjadi Rp7.000/Kg,” kata Ahmad (50) seorang petani warga Desa Pasir Tanjung Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

 Permintaan lengkuas merah cukup tinggi,terlebih menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2019.

 Produksi lengkuas merah tersebut dipasok  ke wilayah Tangerang dan DKI Jakarta.

 Saat ini, kata dia, pendapatan ekonomi petani meningkat sehubungan harga lengkuas ditingkat penampung Rp7.000/Kg.

 “Kami hari ini menjual lengkuas sebanyak dua ton seharga Rp14 juta,sehingga menguntungkan usaha pertanian  lengkuas itu,” katanya kepada Antara.

 Menurut dia, petani di sini kebanyakan mengembangkan budi daya tanaman lengkuas itu sistem tumpang sari dengan tanaman lain.

 Sebab, tanaman lengkuas  masih dijadikan usaha sampingan dibandingkan pertanian pangan dan hortikultura.

 Karena itu, produksi lengkuas di Kabupaten Lebak belum dijadikan andalan peningkatan ekonomi.

 “Kami terus akan mengembangkan budi daya lengkuas merah setelah menikmati hasil penjualan itu,” ujarnya menjelaskan.

 Saripudin (55) seorang petani warga Desa Cipining, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, mengaku selama sepekan terakhir ini harga lengkuas merah relatif bagus hingga ditampung Rp7.000/Kg.

 Padahal, ujar dia, sebelumnya harga lengkuas merah anjlok hingga Rp3.000/Kg.

 Kenaikkan harga lengkuas merah itu dipastikan petani menggeliat untuk mengembangkan tanaman tersebut.

Produksi  lengkuas di sini dipasok  ke Pasar Induk Kramat Jati juga Pasar Angke, Kebayoran Lama, Duri, dan Pasar Palmerah.

“Kami berharap harga lengkuas itu dapat menguntungkn petani,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Dede Supriatna mengatakan pemerintah daerah mendorong petani terus mengembangkan tanaman lengkuas atau laja merah karena permintaan pasar cenderung me
ningkat.

Produksi lengkuas selain untuk bahan baku sayuran juga obat-obatan herbal.

Saat ini, penghasil produksi pertanian lengkuas merah di Kecamatan Maja, Curugbitung, Sajira, Rangkasbitung dan Cibadak.

“Kami mendorong petani terus mengembangkan lengkuas guna meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga,” ujarnya. (Maya)