Menikmati Suasana Desa di MesaStila

Menikmati Suasana Desa di MesaStila

SHNet, Magelang- Cuaca sore itu cukup cerah saat kami tiba di MesaStila Resort and Spa, Magelang.

Saat memasuki halaman resort bintang lima ini, mata kami dimanjakan oleh suasana alam yang asri. Di hadapan kami, menjulang gagah Gunung Andong, seakan menyapa selamat datang di MesaStila.

Spontan saja semua yang datang,langsung mengeluarkan handphone dan kamera untuk swafoto dan bergaya dengan latarbelakang Gunung Andong.

Bangunan putih ini dulunya bekas stasiun kereta di Jepara. (SHNet/Stevani Elisabeth)

Resort bintang lima ini berdiri di areal seluas 22 hektare dan dikelilingi oleh 8 gunung, antara lain Gunung Andong, Telomoyo, Merbabu, Merapi, Sindoro dan Sumbing. Karena dikelilingi banyak gunung, udaranya sangat sejuk. Bahkan malam hari, suhu udara bisa mencapai 19 derajat Celcius.

Areal seluas 11 hektare digunakan untuk resort dan fasilitanya, sedangkan 11 hektare untuk perkebunan kopi.

Spot foto instagramable dengan latar belakang Gunung Andong. (SHNet/Stevani Elisabeth)

Di areal resort, ada bangunan rumah bergaya Belanda dengan jendela-jendela besar. Sekarang bangunan ini disebut Club House.

Senior Manager MesaStila Resort and Spa Laela Purnamasari menjelaskan, bangunan Club House ini sudah ada sejak tahun 1928.

Dulunya, bangunan ini merupakan rumah orang Belanda bernama Gustav. Kemudian pada 1990, rumah ini dibeli oleh Gabriela, perempuan berkebangsaan Italia.

Selain itu ada juga bangunan bekas stasiun kereta di Jepara yang sekarang dijadikan ruang resepsionis.

Uniknya, bangunan-bangunan vila di MesaStila berbentuk rumah joglo seperti rumah penduduk desa di Jawa Tengah.

Bukan hanya bangunan, interiornya juga antik. Bermalam di resort ini seperti tinggal di desa.

Wisatawan yang ingin menikmati suasana pedesaan, MesaStila pilihan yang tepat.

MesaStila memiliki 23 vila dengan 5 tipe. Aktivitas yang dapat dilakukan oleh wisatawan yang menginap di resort ini antara lain yoga, coffee plantition, pencak silat dan jungle gym. Selain itu, wisatawan juga dapat menikmati jamu.

MesaStila juga memiliki spa yang menyajikan spa ala Turki dan Jepang. “Ini merupakan kelebihan lain yang dimiliki MesaStila,” lanjut Laela.

Event olahraga

MesaStila turut andil menyumbangkan kunjungan wisatawan ke Magelang.

Salah satu yang dilakukan adalah menggelar MesaStila Pelaksanaan Challenge, yakni lomba lari 100 km.

“Event sport tourism sudah 9 tahun digelar. Jumlah pesertanya dari tahun ke tahun terus bertambah,” ujarnya.

Ia menambahkan,tahun 2018, event ini diikuti oleh 406 peserta. (Stevani Elisabeth)